TopCareerID

Sisi Negatif dari Berburu Pekerjaan di Job Fair

Ilustrasi. Sumber foto: iStock

Ilustrasi. Sumber foto: iStock

Topcareer.id – Meskipun pameran bursa kerja kini kian marak, ada beberapa kelemahan yang membuat pencari kerja berpikir dua kali untuk menghadirinya.

Salah satu alasannya, banyak perusahaan yang tidak mengeksplorasi lebih mendalam tentang minat dan bakat dari para kandidat.

Mengutip content.wisestep.com, Selasa (12/11/2019), berikut beberapa sisi negatif lainnya dari job fair.

Persaingan tinggi
Dalam segala jenis pameran bursa kerja, selalu ada ribuan pencari kerja yang hadir dalam acara tersebut. Menyaring orang sebanyak itu tentunya sulit. Itu sebabnya mencari kerja di job fair relatif kompetitif dan menantang.

Kerumunan besar membuat stres
Job fair selalu ramai dan berantakan. Kerumunan ini cenderung mengakibatkan para pencari kerja menjadi gugup dan stres dalam menghadapi pewawancara.

Baca juga: 3 Tanda untuk Resign, dan Kapan Harus Bertahan

Sangat melelahkan dan terkadang menguras emosi
Menghadiri wawancara sepanjang hari, mengantri panjang, dan menjelajahi banyak kios untuk menyerahkan resume sangat melelahkan dan menguras emosi.

Tidak ada struktur yang tepat untuk wawancara
Sebagian besar organisasi tidak merencanakan proses wawancara. Akibatnya, banyak perekrut yang secara acak melakukan wawancara dan meninggalkan begitu saja para pencari kerja yang tidak kebagian diwawancara.

Beberapa organisasi hanya menggunakan strategi brand
Beberapa organisasi hanya berpartisipasi pada job fair untuk mempopulerkan brand nya. Mereka secara acak memberikan pamflet sembari menunjukkan presentasi tentang berbagai peluang kerja.

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version