Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, March 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Sinyal yang Diberikan Tubuh Ketika Kamu Stres dan Benci Pekerjaanmu

Ilustrasi (Dok. New York Post)

Topcareer.id – Alami hari-hari buruk di tempat kerja erat kaitannya dengan stres. Kamu merasakannya atau tidak? Stres kerja bisa berujung pada kebencian pada pekerjaan itu sendiri yang nantinya bisa bikin tiap hari selalu tampak melelahkan.

Tubuhmu mungkin tahu dan mengirimi peringatan semacam tanda-tanda bahwa kamu tidak baik-baik saja. Berikut sinyal yang dikirmkan tubuh kalau kamu stres akibat pekerjaan:

1. Nggak bisa tidur

“Sering kali hal pertama yang kita dengar adalah sulit tidur malam,” kata psikolog klinis yang berbasis di Maryland, Monique Reynolds dari Center for Anxiety and Behavior Change dalam laman Huff Post.

Menurut dia, orang-orang melaporkan tidak bisa tidur karena pikiran mereka berpacu atau tidak bisa tidur. Mereka bangun di tengah malam memikirkan pekerjaan yang harus mereka lakukan. Beberapa malam yang gelisah bukanlah masalah besar, tetapi jika itu menjadi sebuah pola, itu mungkin pertanda stres pekerjaan telah menjadi racun.

Baca juga: 7 Hal yang Menyebabkan Karyawan Burnout

2. Sakit kepala

Ketika kamu mulai merasa bahwa tempat kerja sebagai zona bahaya, itu membuat otot tegang, menurut American Psychological Association. Ketegangan kronis pada leher, bahu, dan kepala dapat dikaitkan dengan migrain dan sakit kepala karena tegang. “Stres menciptakan gejala fisiologis, dan itu bermanifestasi sebagai rasa sakit,” kata Reynolds.

3. Pegal-pegal

Saat pekerjaanmu ternyata beracun, kamu mungkin merasa seperti melawan harimau liar setiap harinya. “Sistem syaraf kita dalam pekerjaan beracun terus-menerus gelisah,” kata Reynolds.

Jika kamu selalu mengetik email “hanya menindaklanjuti” dengan bahu membungkuk, ini bisa menjadi tanda bahwa pekerjaanmu berdampak pada kesehatan.

Baca juga: Ada 6 Tipe Burnout pada Pekerja. Kamu Mengalaminya?

4. Kesehatan mental semakin buruk

Reynolds mencatat bahwa peningkatan stres dapat memperburuk masalah kesehatan mental yang ada. “Seseorang yang mungkin mengkhawatirkan lingkungan kerja yang benar-benar beracun; kekhawatiran itu akan sering memperburuk untuk melewati ambang klinis, ” katanya.

E. Kevin Kelloway, Ketua Penelitian Kanada dalam Psikologi Kesehatan Kerja di Universitas St. Mary, mengatakan bahwa perlakuan yang tidak adil di tempat kerja dapat menyebabkan kita terlalu stres.

Baca juga: Kenali `Burnout` di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

5. Lebih sering sakit

Jika kamu terkena pilek terus-menerus, pertimbangkan perasaan tentang pekerjaanmu itu. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, membuatmu lebih rentan terhadap penyakit.

6. Masalah pencernaan

Gangguan pencernaan, sembelit, kembung semua dapat dikaitkan dengan stres, karena stres berdampak pada apa yang dicerna usus dan juga dapat mengubah bakteri usus kita, yang pada gilirannya berdampak pada suasana hati.

7. Nafsu makan berubah

Nafsu makan terkait erat dengan otak. Di bawah tekanan berat, respons melawan-atau-lari  melepaskan adrenalin, memberitahu tubuh untuk menekan pencernaan agar fokus menyelamatkan kita dari bahaya yang dirasakan, menurut Harvard Health Letter.

Di bawah tekanan jangka panjang, kelenjar adrenalin tubuh melepaskan dan membangun kortisol, hormon yang dapat meningkatkan rasa lapar. Ketika pekerjaan menyebabkan tekanan emosional jangka panjang, kamu dapat beralih ke makanan untuk kenyamanan. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply