Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Pilih Tempat Duduk Ini di Pesawat untuk Hindari Terinfeksi Korona

Ilustrasi. Sumber foto: SciTech EuropaIlustrasi. Sumber foto: SciTech Europa

Topcareer.id – Virus korona yang gegerkan dunia, bikin was was mereka yang sering bepergian ke luar negeri untuk sekadar jalan-jalan atau kepentingan bisnis. Pencegahan agar tak terinfeksi saat dalam perjalanan ternyata bisa dilakukan dengan memilih tempat duduk yang benar dan sehat.

Profesor Howard Weiss dari Universitas Negeri Pennsylvania dan Vicki Hertzberg dari Universitas Emory mengungkapkan beberapa kiat penting tentang bagaimana kita membantu mengurangi penyebaran infeksi pernapasan saat bepergian ke luar negeri dan bahkan di wilayah kita sendiri.

Sederhananya, penumpang yang menempati kursi dekat jendela memiliki kemungkinan terendah untuk melakukan kontak dengan penumpang yang terinfeksi.

Tidak banyak yang diketahui tentang virus korona, tetapi pejabat medis tampaknya memberi nasihat tentang asumsi bahwa patologinya mirip dengan infeksi pernapasan umum lainnya seperti influenza.

WHO mengakui, siapapun dalam dua baris dekat orang yang terinfeksi, memiliki risiko kontraksi yang potensial, sebagian besar transmisi terjadi dalam satu baris pembawa.

“Jika kamu duduk di kursi lorong, tentu akan ada beberapa orang yang bergerak melewatimu, tetapi mereka akan bergerak cepat. Secara agregat, yang kami tunjukkan adalah kemungkinan penularan yang cukup rendah untuk penumpang tertentu,” jelas Weiss kepada National Geographic dalam The Ladders.

Tindakan pencegahan

Emily Landon, direktur medis penata layanan antimikroba dan pengendalian infeksi di University of Chicago Medicine mengemukakan aturan umum menghindari penyakit menular, yakni membatasi paparan dengan menjaga jarak setidaknya enam kaki antara dirimu dan orang yang berpotensi menular atau terinfeksi.

“Itulah harapan di sini, bahwa itu dapat dikontrol oleh standar kesehatan masyarakat, karena itulah yang kami dapatkan. Dengan flu, kami memiliki vaksin, beberapa antivirus. Kami tidak memiliki itu untuk virus korona ini,” kata Landon.

Tinggalkan Balasan