TopCareerID

Tesla Buka Loker, Elon Musk: Saya Tak Peduli Meski Hanya Lulusan SMA

Dok. Forbes

Topcareer.id – Jika ingin bekerja di perusahaan, apalagi multinasional, jenjang pendidikan sering jadi pertimbangan yang cukup diperhatikan. Tapi, meski nggak punya gelar sarjana, kamu tetap bisa bekerja untuk Tesla.

Seperti ucapan Elon Musk, CEO Tesla dalam Twiitternya @Elonmusk. Musk menggunakan Twitter untuk merekrut tim Artificial Intelligence (AI) Tesla.

“Bergabunglah dengan AI di Tesla! Tim AI melapor langsung kepada saya (dan) kami bertemu/email/ teks hampir setiap hari,” Tweet Elon Musk.

Baca juga: Ini yang Harus Kamu Tahu Jika Ingin Kerja di Perusahaan Elon Musk

Terlebih lagi, untuk bekerja di departemen AI Tesla tidak memerlukan gelar tertentu.

“PhD jelas tidak diperlukan,” kata bos Tesla Elon Musk di Twitter pada 2 Februari. “Saya tidak peduli jika kamu bahkan hanya lulus SMA,” kata Musk dalam laman CNBC Make It.

Sebaliknya, Musk mencari mereka yang memiliki pemahaman mendalam tentang AI. Sementara, latar belakang pendidikan tidak relevan, semua kandidat harus lulus ujian coding yang sulit.

Musk menyampaikan pendapatnya tentang tidak penting derajat sebelumnya. Menurut Musk, tidak perlu memiliki gelar sarjana, atau bahkan sekolah menengah.

“Jika seseorang lulus dari universitas yang hebat, itu mungkin merupakan indikasi bahwa mereka akan mampu melakukan hal-hal besar, tetapi belum tentu demikian,” kata Musk ketika diwawancara oleh perusahaan publikasi otomotif  Jerman, Auto Bild.

“Jika kamu melihat, katakanlah, orang-orang seperti Bill Gates atau Larry Ellison, Steve Jobs, orang-orang ini tidak lulus dari perguruan tinggi, tetapi jika kamu memiliki kesempatan untuk mempekerjakan mereka, tentu saja itu adalah ide yang baik,” kata Musk.

Baca juga: Apa Musik Pilihan Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg Hingga Elon Musk?

Sebaliknya, Musk mengatakan dia mencari bukti kemampuan luar biasa. Dan jika ada rekam jejak prestasi luar biasa, maka kemungkinan itu akan berlanjut ke masa depan.

Tesla membutuhkan seseorang dengan bakat AI. Kendaraan Tesla dibangun dengan perangkat keras yang diperlukan untuk menawarkan beberapa fitur autopilot saat ini dan kemampuan mengemudi mandiri penuh di masa depan, menurut situs web Tesla.

Idealnya, Musk ingin agar perekrutan AI bekerja di daerah Teluk San Francisco di California atau Austin, Texas, tetapi berpotensi juga ke Tesla Gigafactory.

Gigafactories adalah tempat Tesla membuat motor listrik dan paket baterai. Saat ini ada Tesla gigafactories di Sparks, Nevada; Buffalo, New York; dan Shanghai, Cina. Pada bulan November, Musk mengumumkan pabrik keempat akan dibangun di Berlin, Jerman. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version