Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, July 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Merasa Pikun dan Gampang Lupa? Atasi dengan Makan Ini

Dok. Lifehack

Topcareer.id – Melemahnya daya ingat biasanya dialami orang yang telah berusia lanjut. Tapi bagaimana ya kalau itu terjadi pada kamu yang memiliki umur terbilang muda?

Pasti kamu akan merasa minder karena kerap kali lupa mengingat suatu hal yang sepele, bahkan hal penting. Nah, agar itu tidak terjadi, ada baiknya kamu mengonsumsi makanan dan minuman berikut ini. Apa saja ya?

Dark Chocolate
Selain enak untuk dimakan, ternyata dark chocolate mengandung zat flavanols yang memiliki sifat sebagai antioksidan. Zat ini digadang-gadang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan mempertajam memori otak kita.

Selain itu, menurut beberapa penelitian, mengonsumsi dark chocolate juga dapat meningkatkan plastisitas otak yang berkaitan dengan kecerdasan seseorang.

Kopi
Siapa bilang mengonsumsi kopi tidak baik untuk kesehatan? Dua komponen di dalam kopi, yaitu kafein dan antioksidan baik untuk kesehatan mental lho.

Kafein sendiri dipercaya dapat meningkatkan aktivitas kerja saraf, meningkatkan kewaspadaan, hingga dapat memberikan mood yang baik.

Sedangkan antioksidan yang terkandung dalam kopi dikaitkan dengan penurunan kerusakan sel-sel otak. Sehingga dianggap dapat mengurangi risiko terkena stroke, parkinson, dan alzheimer.

Namun, mengkonsumsi kopi dalam jangka panjang tidak direkomendasikan karena dapat mengganggu proses tidur dan menyebabkan insomnia. Sehingga memiliki efek yang justru kurang baik pada otak.

Alpukat
Meskipun alpukat dikenal memiliki lemak berlebih, namun lemak yang ada di dalamnya adalah lemak tak jenuh tunggal yang berfungsi memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Begitu aliran darah ke otak kamu lancar, maka daya ingat kamu juga akan meningkat.

Buah dengan kandungan Vitamin E dan C, serta antioksidan ini dipercaya dapat menurunkan kolesterol darah dan mengurangi kemungkinan terjadinya blokade arteri serebral yang dapat mengakibatkan stroke.

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply