Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ibu Harus Paham, Ini Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia (bag. 2)

Dok. Parade

Topcareer.id – Terkait perkembangan bicara pada anak, fungsi bahasa reseptif berkembang lebih dahulu daripada ekspresif. Maturisasi maksimal pusat bahas reseptif terjadi pada usia 8-24 bulan sedangkan pusat bahasa ekspresif terjadi di usia 15-24 bulan.

Dimulai dengan ketertarikan anak terhadap suara, babbling (mengoceh), meniru, mengucap kata bermakna, membuat kalimat terdiri dua tiga kata, lalu bercerita.

Berikut perkembangan fungsi bicara pada anak sebagai berikut:

Baca juga: Cara Mengenalkan Pola Hidup Sehat pada Anak

  • 1-6 bulan: Memperlihatkan respons ketika si kecil mendengar suara atau cooing.
  • 6-9 bulan: Babbling atau mengoceh.
  • 10-12 bulan: Mulai mengimitasi suara, mengucapkan “mamama” atau “papapa” tapi tidak bermakna.
  • 13-15 bulan: Mengucap 4 sampai 7 kata, tapi tidak sampai 20 persen ucapannya bisa dipahami.
  • 16-18 bulan: Mengucap 10 kata, 25 persen ucapannya bisa dimengerti.
  • 19-21 bulan: Mengucap 20 kata, 50 persen ucapannya dimengerti. Pada fase ini anak mulai menyebut tiga bagian tubuh dan menyebut tiga nama benda.
  • 22-24 bulan: Mengucapkan lebih dari 50 kata. Mulai mengucapkan kalimat terdiri dari dua kata. Lima puluh sampai 70 persen pembicaraannya bisa dipahami.
  • 2-2,5 tahun: Menyebut nama, mengucap kalimat terdiri dua atau tiga kata. Belajar menggunakan kata pengganti, dan 75 persen pembicaraannya bisa dipahami orang tua.
  • 2,5-3 tahun: Memakai kata jamak, waktu lampau, tahu umur, serta mengenali jenis kelamin. Kalimat yang diucapkan terdiri 3 sampai 5 kata dan 90 persen pembicaraannya sudah dipahami.

Berikutnya, perkembangan kognitif adalah meliputi pengertian dan kemampuan memecahkan masalah. Ini dimulai dengan ketertarikan si kecil terhadap suara dan benda.

Pada usia 4 sampai 8 bulan kamu bisa dapat melakukan eksperimen. Jatuhkan benda ke lantai, maka si kecil akan mencari benda yang dijatuhkan. Atau sembunyikan mainan di bawah karpet, maka ia akan menunjuk karpet dan berusaha membukanya. Ia mulai tertarik pada detail. Mengenali benda dan fungsinya.

Pada tahap lebih lanjut, si kecil mengerti berbagai bentuk, mengenali warna meski belum bisa menyebut nama warnanya, dan mulai berhitung. Semua aspek yang berhubungan dengan kecerdasan si kecil masuk ke kategori perkembangan kognitif. * Diolah dari berbagai sumber

the authorAde Irwansyah

Leave a Reply