TopCareerID

Human Resource (HR) di Era Revolusi 4.0 Jangan Hanya Jadi ‘Konco Wingking’

Wahyu Wibowo. Foto: Topcareer.id/Aji

Topcareer.id – Era disrupsi membuat sejumlah pekerjaan mengalami shifting, termasuk diantaranya profesi Human Resource (HR). Pekerjaan- pekerjaan yang bersifat administrasi seperti payroll, recruitment dan training yang dulu biasa dilakukan seorang HR kini telah bergeser ke aplikasi digital.

Meski demikian, bukan berarti profesi HR akan hilang, justru sebaliknya profesi ini diyakini akan senantiasa ada . Mengapa? Karena di dalam profesi ini terdapat unsur human/manusia yang tidak semuanya bisa digantikan mesin, IT dan intervensi digital.

“Karena disitu ada nilai-nilai luhur yang ada di dalam satu manajemen. Ada culture. HR harus menjadi champion di dalam culturnya. Dengan HR maka sebuah perusahaan itu jalannya akan makin cepat dan adaptif terhadap perubahan.”tutur Senior HR, Wahyu Wibowo kepada Topcareer.id.

Baca Juga: Studi McKinsey: 49% Pekerjaan Dunia Terancam Diganti Robot

Oleh karena itu pekerjaan HR kini mengalami redefinisi. Seorang HR tak lagi mengurusi hal-hal yang bersifat administrasi melainkan lebih hal-hal yang bersifat strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi sebuah perusahanan yang sedang melakukan transformasi.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Wahyu ini memberikan tips bagaimana seharusnya seorang HR menghadapi perubahan besar di era revolusi industri 4.0 ini.

“Yang pertama seorang HR itu harus terbuka dengan teknologi yang baru. Kedua, seorang HR juga jangan membatasi diri hanya bekerja di Indonesia saja. Ketiga, jangan merasa diri paling pinter, karena HR itu senantiasa berkembang terus.” jelas Wahyu yang telah 26 tahun berkecimpung di bidang HR.

Selanjutnya seorang HR itu jangan hanya menjadi konco wingking atau teman dibelakang yang hanya berfungsi sebagai pelengkap saja.

Baca Juga: Bagaimana Robot Bisa Membantu Pekerjaan HRD?

“HR jangan terus menjadi ‘konco wingking’. Seorang HR harus menjadi front liner di depan, menjadi rekan, menjadi strategic partner oleh manajemen. Jangan hanya mau menjadi orang-orang suruhan melainkan harus menjadi teman diskusi menjadi balancer dari semuanya.”kata Wahyu.*

Exit mobile version