Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Tipe-Tipe Budaya Kerja Perusahaan (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Deposit Photos)

Topcareer.id – Beberapa tahun terakhir, budaya perusahaan menjadi topik hangat yang erat dikaitkan dengan sumber daya manusia (SDM). Budaya perusahaan bisa menjadi landasan yang membuat perusahaan tersebut terlihat unik.

Hampir 40 tahun yang lalu, profesor bisnis Robert E. Quinn dan Kim Cameron melakukan beberapa penelitian dasar tentang budaya perusahaan.

Mereka sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada budaya yang dianggap sebagai “baik” atau “buruk”, hanya berbeda. Mereka juga mengidentifikasi 4 jenis budaya.

“Ini bukan jenis budaya yang dibuat-buat,” jelas Kim Cameron, Profesor di University of Michigan Ross School of Business, dikutip dari The Ladders.

“Sebaliknya, mereka muncul dari analisis data empiris di sejumlah besar organisasi. Hampir 90 persen organisasi di seluruh dunia memiliki satu atau lebih dari jenis budaya yang mendominasi dalam organisasi mereka. ”

Simak 4 jenis budaya hasil penemuan Robert E. Quinn dan Kim Cameron berikut ini:

Bagian pertama dari tulisan.

Tipe 1: Budaya klan

Pernahkah kamu mendengar orang menyebut rekan kerja mereka sebagai keluarga? Itu indikasi bahwa mereka bekerja dalam budaya klan (juga disebut “budaya kolaborasi”), di mana ada banyak penekanan pada kerja tim dan kebersamaan.

Budaya klan menawarkan lingkungan kerja yang sangat ramah di mana hal-hal seperti hubungan, moral, partisipasi, dan konsensus menjadi pusat perhatian. Dalam hal kepemimpinan, manajer lebih dipandang sebagai mentor, bukan sebagai boneka yang memberikan instruksi dan teguran.

Kelebihan dari jenis budaya ini:

  • Tim bahagia yang benar-benar menikmati bekerja bersama.
  • Peningkatan komunikasi antar karyawan.

Kekurangan dari tipe budaya ini:

  • Terlalu banyak kolaborasi atau obrolan yang tidak perlu, yang dapat membuat produktivitas menjadi turun.
  • Ketidakmampuan untuk membuat keputusan sulit karena perasaan orang lain adalah prioritas tinggi.

Tipe 2: Budaya adhokrasi

Berakar dari kata ad hoc, jenis budaya ini hidup dengan filosofi “bergerak cepat dan hancurkan” yang populer di antara banyak startup. Kamu mungkin juga mendengarnya disebut sebagai “create culture.”

Quinn dan Cameron menjelaskan bahwa jenis budaya ini menumbuhkan jenis lingkungan kerja yang sangat wirausaha, di mana karyawan didorong mengambil risiko dan secara agresif mengejar ide-ide yang tidak terpikirkan. Akibatnya, banyak inovasi, pembelajaran, dan pertumbuhan terjadi untuk karyawan dan organisasi secara keseluruhan.

Kelebihan dari jenis budaya ini:

  • Sejumlah besar inovasi dan pertumbuhan.
  • Peningkatan keamanan psikologis, yang berarti karyawan merasa aman dalam mencoba hal-hal baru.

Kekurangan dari tipe budaya ini:

  • Kelihatan kurangnya stabilitas karena begitu banyak yang diinvestasikan dalam inisiatif baru.
  • Rasa intimidasi untuk pemula yang tidak memiliki keahlian untuk bekerja dengan cepat dan agresif.

Contoh jenis budaya ini:

Google tidak akan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling terkenal di dunia seperti sekarang jika mereka berpuas diri. Perusahaan ini terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pencarian dan meluncurkan penawaran baru. Contoh lain yang baik dari budaya adhokrasi adalah Facebook.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply