Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, May 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Meningitis, Siapa yang Paling Rentan Kena?

Sumber foto: Popmama.com

Topcareer.id – Glenn Fredly, salah satu musisi kebanggaan Tanah Air meninggal dunia pada 8 April 2020, dikabarkan karena penyakit meningitis.

Siapapun bisa terkena penyakit yang menyerang sumsum tulang belakang dan otak ini. Menurut Organisasi Meningitis, penyakit ini merupakan pembengkakkan meninges, yang merupakan lapisan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, disebabkan oleh kuman yang memasuki tubuh

Siapa saja, di mana saja dari segala usia bisa terkena meningitis. Namun, beberapa orang lebih rentan terhadap meningitis daripada yang lain, menurut Everyday Health, yakni:

1. Orang dengan sistem kekebalan lemah

Orang dengan risiko tertinggi untuk mendapatkan meningitis adalah mereka yang sistem kekebalannya lemah, seperti orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang mendapatkan perawatan tertentu.

Beberapa jenis kanker dan infeksi dengan HIV juga meningkatkan risiko, misalnya saat meminum obat penekan kekebalan seperti kemoterapi dan kortikosteroid.

“Obat imunosupresan adalah obat yang mengurangi daya melawan infeksi sistem kekebalan tubuh, yang biasanya melindungi tubuh terhadap penjajah asing yang dapat membuatmu sakit,” tulis artikel tersebut,

Selain itu, siapapun yang merokok atau terpapar asap rokok; minum alkohol dalam jumlah berlebihan; atau mengambil bagian dalam pesta minuman keras berisiko. Semua aktivitas ini melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Pengangkatan limpa juga membuat seseorang berisiko terkena meningitis, karena limpa merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.

2. Risiko perawatan anak

Orang yang mengganti popok memiliki risiko meningitis yang lebih tinggi dari normal. Tidak masalah apakah ia orang tua, kakek nenek, pengasuh anak, atau karyawan penitipan anak, itu berisiko.

Mengapa? Karena feses dapat mengandung virus yang dapat menyebabkan meningitis. Jadi pastikan untuk mencuci tangan secara menyeluruh dengan air sabun panas setelah mengganti popok.

3. Wanita hamil

Meskipun jarang, wanita hamil dapat rentan mengalami meningitis yang terkait dengan infeksi yang disebut listeriosis pada trimester terakhir. Ini menempatkan ibu dan anak dalam risiko keguguran, kelahiran prematur, dan lahir mati.

“Listeria adalah sejenis bakteri yang ditemukan di tanah dan air, serta dalam makanan dan hewan. Wanita hamil dapat terpapar bakteri dari makan keju lunak dan daging tertentu, seperti daging deli (daging irisan atau daging asap).”

4. Kontak dengan seseorang yang mengalami meningitis

Jika berhubungan dekat dengan seseorang yang terkena meningitis, maka berisiko terkena juga. Jika berbagi sendok, garpu, lipstik, rokok, atau apapun di mana sekresi oral atau pernapasan orang lain mengintai, itu berisiko. Mahasiswa, terutama mereka yang tinggal di asrama, sangat rentan terkena meningitis.

Orang lain yang berisiko tinggi terkena meningitis, adalah orang-orang yang:

  • Pernah mengalami cedera kepala atau operasi otak
  • Memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit hati
  • Memiliki AIDS, yang membuatmu lebih rentan terhadap jenis meningitis yang disebabkan oleh jamur daripada virus atau bakteri. Meningitis jenis ini dapat diobati, tetapi sering berulang.
  • Berada dalam kelompok usia tertentu, termasuk anak di bawah 5 tahun, remaja dan dewasa muda berusia 16 hingga 25 tahun (terutama mahasiswa baru yang tinggal di asrama), dan dewasa di atas 55 tahun.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply