TopCareerID

Kekurangan Peti Mati Akibat Covid-19, Ekuador Gunakan Kardus

Sumber foto: france24.com

Topcareer.id – Melonjaknya jumlah kematian akibat virus corona di Guayaquil telah menyebabkan kota terbesar kedua di Ekuador itu kekurangan peti mati. Akibatnya, penduduk setempat terpaksa menggunakan kotak kardus.

“Tidak ada peti mati di kota, kalaupun ada itu akan sangat mahal harganya,” ucap Juru bicara Balai Kota seperti dikutip dari straitstimes.com, Rabu (8/4/2020).

Pengusaha Santiago Olivares, yang memiliki beberapa cabang rumah duka, mengatakan perusahaannya tidak dapat memenuhi permintaan untuk peti mati.

“Saya menjual 40 peti mati yang saya miliki di cabang pusat kota, dan 40 lainnya dari kantor pusat saya. Saya harus memesan 10 lagi di akhir pekan dan mereka sudah kehabisan,” kata Olivares.

Baca juga: Green Lake, Danau Unik yang Hanya Ada saat Musim Semi

Peti mati termurah saat ini di Ekuador harganya sekitar USD 400 atau sekitar Rp 6,4 juta. Olivares mengatakan aturan jam malam di kota itu berkontribusi pada kekurangan bahan baku dasar untuk pembuatan peti mati seperti kayu dan logam.

“Peti mati kardus akan sangat membantu dalam memberikan pemakaman yang bermartabat bagi orang yang meninggal selama darurat kesehatan ini,” tulis kantor walikota Guayaquil, melalui akun Twitter-nya.

Ekuador melaporkan 3.646 kasus virus korona pada Minggu (5/4), sebagian besar terjadi di Guayaquil dan di sekitar provinsi Guayas.

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version