Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Jika Negara Ingin Cabut Lockdown, WHO: Pertimbangkan Hal Ini Dulu

Suasana kota London, Inggris saat lockdown. (dok. AFP)

Topcareer.id – Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara di seluruh dunia agar tidak terburu-buru mencabut kebijakan lockdown pemerintah dalam menahan wabah Covid-19.

Para pejabat mengatakan virus corona menyebar dengan cepat dan 10 kali lebih mematikan daripada pandemi flu 2009.

“Sementara Covid-19 berakselerasi sangat cepat, ia melambat jauh lebih lambat. Dengan kata lain, angka kasus penurunan lebih lambat daripada ketika kasus naik,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers di Jenewa, Senin (13/4/2020).

“Itu berarti langkah-langkah kontrol harus diangkat perlahan-lahan dan dengan kontrol. Itu tidak bisa terjadi sekaligus,” kata dia, dikutip dari CNBC.

Baca juga: Wabah Corona, AS Negara Pertama dengan 2000 Kematian Akibat Corona dalam 24 Jam

Para pemimpin politik AS, dari Presiden Donald Trump hingga Gubernur New York Andrew Cuomo, mengatakan mereka berharap untuk membuka kembali bisnis segera setelah aman untuk melakukannya.

Virus corona, yang muncul di China lebih dari tiga bulan lalu, telah menginfeksi lebih dari 1,9 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 119.000 orang.

“Langkah-langkah pengendalian hanya dapat dicabut jika ada langkah-langkah kesehatan masyarakat yang tepat, termasuk kapasitas yang signifikan untuk pelacakan kontak,” kata Tedros.

Tedros menguraikan beberapa list untuk negara-negara sebelum mereka harus mempertimbangkan untuk mencabut langkah-langkah social distancing:

– Penularan virus harus dikendalikan.

– Sistem pengawasan harus tersedia untuk mendeteksi, mengisolasi, dan merawat pasien.

– Wabah di rumah sakit dan panti jompo harus diminimalkan.

– Langkah-langkah pencegahan di lokasi-lokasi penting seperti sekolah dan tempat kerja harus ada.

– Risiko mengimpor penyakit dari luar negeri harus terkendali.

Baca juga: Tangkal Corona, Ini Masker Wajah Mini untuk Bayi Baru Lahir

Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO, mengatakan tampaknya tidak semua orang yang pulih dari virus corona memiliki antibodi untuk melawan infeksi kedua, menimbulkan pertanyaan apakah pasien memiliki kekebalan setelah sembuh dari Covid-19.

“Sehubungan dengan pemulihan dan kemudian infeksi ulang, saya yakin kami tidak memiliki jawaban untuk itu. Itu tidak diketahui,” kata Ryan. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan