Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

5 Pemimpin Perempuan yang Berhasil Tangani Corona

Presiden Taiwan - Tsai Ing-wen

Topcareer.id – Beberapa negara dengan pemimpin perempuan mampu bertahan hadapi pukulan pandemi virus corona. Di Taiwan, misalnya, President Taiwan Tsai Ing mengambil langkah-langkah awal yang berhasil mengandalikan pandemi. Kemudian di Jerman, langkah pengujian skala terbesar di Eropa dilakukan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel.

Mereka sebagian dari beberapa pemimpin perempuan yang mampu mengendalikan virus corona di negara mereka. Berikut beberapa di antaranya yang telah dirangkum.

1. Kanselir Jerman – Angela Merkel

Jerman telah menjadi berita utama di seluruh dunia untuk penanganan wabah virus corona dan tingkat kematian yang relatif rendah. Kanselir telah dipuji karena berbicara langsung, memperingatkan bahwa 60% orang akan tertular virus

Jerman, dengan 83 juta penduduk, memiliki lebih dari 132.000 infeksi tetapi tingkat kematian yang sangat rendah, jauh lebih rendah daripada kebanyakan negara Eropa lainnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel, dengan gelar doktor di bidang kimia kuantum, telah melihat peringkat persetujuannya melonjak karena kemampuannya menangani pandemi. Jerman memiliki tempat perawatan paling intensif dan program pengujian virus corona skala terbesar di Eropa.

2. Perdana Menteri Selandia Baru – Jacinda Ardern

Di bawah Ardern, Selandia Baru mengerahkan pengujian luas dan menetapkan beberapa batasan terberat di dunia untuk mencegah wabah. Pada 14 Maret, Ardern mengumumkan siapa pun yang memasuki negara itu perlu mengisolasi diri selama dua minggu. Pada saat itu, Selandia Baru memiliki enam kasus. Dia kemudian melarang semua pengunjung masuk dan mengumumkan lockdown saat 102 kasus yang dikonfirmasi dan nol kematian.

“Dalam menghadapi ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia yang telah kita saksikan di lebih dari seabad, orang-orang Selandia Baru diam-diam dan secara bersama-sama mengimplementasikan tembok pertahanan nasional,” kata Ardern dalam pidatonya kepada negara itu.

3. Presiden Taiwan – Tsai Ing-wen

Meskipun negara pulau itu dekat dengan pusat virus, Taiwan berhasil menghindari krisis kesehatan. Menentang prediksi para ahli bahwa Taiwan akan memiliki salah satu tingkat infeksi tertinggi, pemerintahan Tsai mengambil tindakan dini untuk mencegah wabah lebih lanjut dan memperkenalkan larangan perjalanan pada pengunjung dari China, Hong Kong dan Makau segera setelah jumlah kasus mulai meningkat di China.

4. Perdana Menteri Islandia Katrín Jakobsdóttir

Katrín Jakobsdóttir memerintah sebuah negara pulau kecil yang hanya terdiri dari 360.000 orang. Tetapi pengujian besar-besaran terhadap virus corona secara acak dapat memiliki konsekuensi luas bagi seluruh dunia, karena telah menemukan bahwa sekitar setengah dari semua orang yang dinyatakan positif virus tidak menunjukkan gejala. Islandia juga melakukan intervensi awal, secara agresif melacak kontak dan mengkarantina kasus-kasus yang diduga virus corona.

5. Perdana Menteri Denmark – Mette Frederiksen

Di bawah kepemimpinan Frederiksen, Denmark adalah salah satu negara pertama di Eropa yang menanggapi penyebaran virus corona, menerapkan langkah-langkah ketat pada paruh pertama bulan Maret. Di antara sejumlah tindakan yang diambil, negara itu menutup perbatasannya untuk semua pengunjung tanpa visa masuk yang berlaku pada 14 Maret.*(RW)

Tinggalkan Balasan