Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Lifestyle

88 Persen Ponsel Hilang di Tokyo Ditemukan dan Kembali ke Pemiliknya

Koban, pos polisi di Jepang yang selalu ramah melayani warganya.

Topcareer.id – Bagi kebanyakan orang kehilangan handphone bisa dianggap malapetaka dibandingkan dengan kehilangan dompet atau tas.

Di jaman sekarang smartphone memungkinkan melakukan sangat banyak hal yang membantu akitivas pemiliknya termasuk melakukan berbagai macam pembayaran dan transaksi penting perbankan.

Itulah sebabnya jika smartphone sampai hilang, pemiliknya akan berada dalam kesulitan besar, bahkan bisa mengalami kerugian material yang tidak sedikit.

Di Jepang, setiap tahun jutaan barang hilang dari pemiliknya. Namun sejumlah besar barang hilang tersebut terutama smartphone berhasil kembali pada pemiliknya.

Baca Juga: Tidur Siang Di Kantor Justru Dianjurkan Di Jepang

Pada tahun 2018, Tokyo mencatat rekor terbaiknya dengan lebih dari 545.000 kartu ID dikembalikan kepada pemiliknya oleh Polisi Metropolitan Tokyo (73% dari jumlah total ID yang hilang). Demikian juga, 130.000 ponsel (83%) dan 240.000 dompet (65%) ditemukan dan dikembalikan. Bahkan seringkali barang-barang ini dikembalikan pada pemiliknya pada hari yang sama.

Para petugas yang bermarkas di kantor polisi lingkungan kecil Jepang, yang disebut koban, memiliki citra yang sangat berbeda dari polisi di tempat lain.

Para perwira yang ditempatkan di koban ramah dan mereka dikenal sering menegur remaja yang nakal sampai membantu orang tua menyeberang jalan. “Jika seorang anak melihat seorang polisi di jalan, mereka biasanya menyambutnya,” kata Masahiro Tamura, seorang pengacara dan profesor hukum di Universitas Kyoto Sangyo, Jepang seperti dikutip dari BBC.

Baca juga: Di Jepang, Penumpang Dapat Sertifikat Jika Kereta Telat Datang

Untuk para lansia tidak perlu khawatir tinggal sendirian di rumahnya, petugas polisi akan secara rutin mengawasi tempat tinggal mereka dan memastikan mereka baik-baik saja.”

“Menyerahkan barang orang lain yang hilang atau terlupakan adalah sesuatu yang diajarkan pada usia muda,” kata Tamura. Hal ini telah menjadi budaya di Jepang dan sudah ditanamkan secara disiplin dalam benak setiap warga negaranya sejak kecil.

Dalam sebuah penelitian yang membandingkan ponsel dan dompet yang jatuh di New York dan Tokyo, 88% ponsel yang “hilang” diserahkan ke polisi oleh penduduk Tokyo, dibandingkan dengan 6% dari ponsel yang “hilang” di New York. Demikian juga, 80% dari dompet yang hilang di Tokyo diserahkan dibandingkan dengan 10% di New York. Banyaknya kantor polisi di Jepang membuatnya jadi lebih mudah.*(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply