Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Sedih, Layanan Streaming Hooq Pamit Akhir Bulan Ini

Aplikasi Hooq. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Meskipun penggunaan video streaming meningkat di tengah wabah Covid-19, namun Hooq mengumumkan bahwa mereka akan menutup layanannya terhitung 30 April 2020 mendatang.

“Pada 27 Maret yang lalu pemegang saham Hooq sudah memutuskan untuk likuidasi Hooq. Jadi setelah 30 April kami stop operasi,” ujar Country Head Hooq Indonesia, Guntur S Siboro dalam keterangannya pada Minggu (26/4/2020).

Layanan streaming asal Singapura ini beralasan penutupan ini terjadi lantaran bisnis mereka tidak dapat bertumbuh sehingga tak dapat menutupi biaya operasional.

Baca juga: Virus Corona Menyebar, Bioskop Hingga Klub Malam Ditutup Sementara

“Ditambah dengan nilai tukar dollar AS yang membuat biaya operasional makin tinggi. Dan jika kami menaikan harga, mungkin membuat kami makin tidak bisa bersaing dengan kompetitor,” pungkasnya.

Hooq Dmerupakan perusahaan joint venture antara Singtel, Sony Pictures Television, dan Warner Bros Entertainment yang didirikan pada 2015. Aplikasi ini beroperasi di Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, dan India, yang jumlah penggunanya diklaim mencapai 80 juta.

Namun sayangnya, 5 tahun kemudian alias hari ini layanan streaming Hooq mengalami kerugian yang sangat besar sekali dikarenakan lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan dikarenakan banyak terjadi pembajakan terhadap layanan streaming Hooq.

Di Indonesia sendiri, Hooq pernah menjalin kerja sama dengan sejumlah operator telekomunikasi seperti Smartfren dan Telkom. Perusahaan menerapkan sistem bundling dari pembelian paket kuota internet operator seluler, tetapi kesulitan untuk meraih pendapatan dari biaya langganan yang dibayar langsung oleh pengguna.

Hooq juga pernah menjalin kerja sama agar pengguna dapat mengakses konten video dari aplikasi Grab. Namun, tampaknya langkah-langkah ini tak cukup menggenjot bisnis Hooq untuk bertumbuh.

Saat ini para pemain streaming tengah tumbuh subur. Netflix mulai merambah pasar Indonesia dengan banyak mengakuisisi konten lokal. Ada pula We Tv milik Tencent dari China serta Go Play dari Gojek. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan