Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, September 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Vent-I, Ventilator Karya Anak Bangsa untuk Pasien Corona

Foto Ilustrasi Ventilator

Topcareer.id – Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi virus corona di Indonesia membuat sejumlah rumah sakit dan tenaga medis di Indonesia semakin kewalahan.

Mulai dari kurangnya tempat untuk isolasi pasien COVID-19, hingga keterbatasan alat kesehatan seperti ventilator yang paling dibutuhkan. Alat ini dapat membantu pasien yang kesulitan bernapas agar tetap mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

Namun tidak semua Rumah sakit memiliki ventilator yang cukup, karena harga ventilator sangat mahal. Melihat kondisi tersebut, Dr. Syarif Hidayat, seorang Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan, mengembangkan ventilator yang dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis.

Baca Juga: Kenapa Pasien Covid-19 Yang Parah Butuh Ventilator?

Upayanya mendapat dukungan dari LPP Instutut Teknologi Bandung (ITB) serta mendapat bantuan konsultasi teknis dari tenaga medis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD).

Prototype produk ventilator darurat tersebut diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia). Tim ini mempresentasikan rencana pengembangan ventilator tersebut pada video conference dengan Wakil Menteri BUMN.

“Vent-I adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien covid-19 pada gejala klinis tahap 2), bukan diperuntukkan bagi pasien ICU,” ujar Jam’ah Halid selaku Manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan Salman ITB yang turut serta dalam pengembangan ventilator tersebut.

Prototype Vent-I telah dipresentasikan di depan dokter senior Fakultas Kedokteran UNPAD. Pada Presentasi awal terdapat tiga fungsi yang didemonstrasikan, yaitu CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), CPC (Continuous Pressure Control), dan SPC (Synchronize Pressure Control).

Fungsi CPAP pada ventilator tersebut dapat digunakan oleh pasien yang mengalami sesak namun masih dapat bernapas sendiri sehingga tidak sampai harus dirawat di ICU. Selanjutnya Kementerian Kesehatan menugaskan BPFK (Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan) untuk melakukan serangkaian pengujian Vent-I. Target awal dari Tim sekarang membuat 100 buah ventilator portable Vent-I secara in house untuk disumbangkan ke Rumah Sakit yang membutuhkan.*(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply