TopCareerID

Kota Ini Manfaatkan Narapidana untuk Hasilkan Listrik

Sumber foto: latimes.com

Topcareer.id – Bagi para penghuni penjara di kota Santa Rita do Sapucai, Brasil, perilaku baik bukan satu-satunya yang membuat mereka lebih dekat dengan kebebasan.

Mengayuh sepeda statis untuk membantu menyalurkan energi listrik bagi kota di sekitar penjara, juga bisa meringankan hukuman.

Melalui program yang inovatif dan ramah lingkungan ini, para tahanan diminta mengayuh sepeda statis yang dihubungkan dengan aki mobil. Menurut Associated Press, saat narapidana mengayuh, aki mobil akan terisi.

Baterai atau aki yang sudah terisi penuh kemudian digunakan untuk menerangi 10 lampu jalan di sana. Walikota setempat mengatakan bahwa ide ini muncul setelah mengetahui tentang gym di Amerika Serikat yang menggunakan listrik dari pemakaian sepeda statis.

Para narapidana dengan tingkat keamanan menengah, mendapat satu hari libur dari hukuman mereka untuk setiap delapan jam kerja, yang terdiri dari tiga shift. Salah satu narapidana telah mendapat pengurangan masa hukuman hingga 20 hari.

Energi listrik yang dihasilkan telah menghidupkan kembali sebuah trotoar di tepi sungai yang selalu ditinggalkan setelah gelap.

Menurut penduduk setempat, dengan lampu-lampu jalan yang ditenagai oleh baterai atau aki dari para tahanan, daerah itu kini ramai oleh pejalan kaki yang membawa anjingnya berjalan-jalan, jogging malam, dan anak-anak yang bermain sepeda tanpa takut gelap lagi.

Baca juga: Istilah Unik Buat Para Pecinta Buku. Kamu Termasuk yang Mana?

Program ini adalah satu dari sekian program yang ada di beberapa penjara di Brasil.

Narapidana di penjara Brasil lainnya dapat mengurangi hukuman mereka dengan membaca buku atau mengikuti kelas kursus.

Program itu bisa membantu mengurangi kepadatan penjara di Brasil yang sudah menampung lebih dari 500.000 narapidana.

“Ini situasi yang saling menguntungkan,” kata direktur penjara, Gilson Rafael Silva.

“Orang-orang di penjara bisa berkontribusi pada masyarakat dan mereka tidak hanya bisa keluar lebih cepat sebagai imbalannya, namun juga mendapatkan harga diri mereka kembali.”

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version