TopCareerID

Maskapai Penerbangan Jerman Satu Ini Rugi Besar karena Pandemi

Maskapai Lufthansa. (dok. Freightwaves)

Topcareer.id – Perjalanan udara yang seperti otomatis berhenti saat pandemi melanda, menyebabkan kerugian besar pada maskapai penerbangan sebagai bagian dari industri perjalanan. Salah satu maskapai penerbangan besar asal Jerman dan juga terkenal secara global, Lufthansa dilaporkan alami kerugian besar.

Dikutip dari laman CNBC, Lufthansa melaporkan kerugian yang signifikan untuk kuartal pertama dan mengatakan restrukturisasi diperlukan karena hasilnya sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19.

Maskapai penerbangan Jerman ini melaporkan kerugian bersih sebesar 2,1 miliar euro (USD2,35 miliar) untuk tiga bulan pertama tahun ini, seperti disampaikan pada Rabu (3/6/2020). Kerugian ini dibandingkan dengan kerugian 342 juta euro tahun sebelumnya.

Baca juga: Penerbangan Sepi Karena Corona, Maskapai Potong Gaji Karyawan

Lufthansa, yang mendaratkan hampir semua pesawatnya di puncak pandemi virus corona, mengkonfirmasi kerugian sebelum bunga dan pajak 1,2 miliar euro selama tiga bulan pertama tahun ini, pertama kali dilaporkan pada bulan April.

Maskapai ini bersiap-siap untuk penurunan laba 2020 yang signifikan sebelum bunga dan pajak, disesuaikan dengan item satu kali, dari 2 miliar euro yang dilaporkan tahun lalu.

Dewan non-eksekutif perusahaan pada hari Senin menyetujui dana talangan pemerintah 9 miliar euro ($ 10 miliar) yang akan memaksanya untuk menyerahkan beberapa slot pendaratan berharga kepada saingan.

Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah Jerman akan mengambil 20% saham di maskapai ini, yang bisa naik menjadi 25% plus satu saham jika ada upaya pengambilalihan, serta dua kursi di dewan pengawasnya. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version