Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Cerita Polisi Myanmar Sita Jumlah Narkoba Terbesar di Asia

Narkoba yang disita polisi Myanmar dalam penggerebekan di wilayah Segitiga Emas baru-baru ini. (dok. Finance Today)

Topcareer.id – Pihak berwenang Myanmar menyita sekitar 18 ton narkotika ilegal di daerah penghasil narkoba terbesar di Asia Timur dan Tenggara. Menurut sebuah pernyataan dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan pertengahan Mei lalu.

Polisi Myanmar mengkonfirmasi bahwa mereka menyita jumlah metamfetamin, metil fentanil, dan sejumlah obat-obatan lain. Operasi itu adalah hasil dari operasi gabungan antara polisi Myanmar dan Tatmadaw, militer Myanmar. Operasi itu berlangsung selama sekitar 2 bulan antara 20 Februari hingga 9 April 2020 di Kota Kutkhai, Negara Bagian Shan.

“Kami memenuhi komitmen kami terhadap MOU Mekong dan mitra internasional kami, dan menanggapi tantangan yang semakin besar dari obat-obatan sintetis yang dihadapi negara dan kawasan Asia ini, dan kami berharap ke depannya negara Asia tetangga kami akan mencatat dan bekerja bersama dengan kami untuk terus melakukan hal yang sama,” kata Kolonel Zaw Lin, Kepala Penegakan Hukum Komite Sentral Myanmar untuk Pengendalian Penyalahgunaan Narkoba ( CCDAC), dikutip laman The Diplomat beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kominfo Bentuk Relawan Antinarkoba

Operasi itu berhasil menangkap 33 orang, termasuk orang-orang dari luar Myanmar. “Apa yang telah digali melalui operasi ini benar-benar tidak masuk akal, dan jelas bahwa jaringan fasilitas produksi seperti yang ditemukan tidak akan mungkin terjadi tanpa keterlibatan dan dukungan keuangan dari kelompok-kelompok kriminal transnasional terorganisir yang serius,” Jeremy Douglas, Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, mengatakan.

“Kita hari ini dapat mengkonfirmasi bahwa produksi narkoba dan perdagangan di dalam dan melalui Shan bukanlah apa yang dipikirkan beberapa orang; ini lebih dari tablet met dan kristal, dan telah berevolusi menjadi opioid sintetis dalam skala yang tidak terantisipasi oleh siapa pun,” tambah Douglas.

Baca juga: Karier Melesat, Artis Rawan Terjerumus Narkoba

Lokasi operasi berada di Kaung Kha dan Lwe Kham, di Shan Utara, dekat perbatasan Cina. Persediaan narkoba yang disita termasuk 193,55 juta tablet (setara dengan 17,4 ton metamfetamin), lebih dari 500 kg metamfetamin kristal dan 630 kg efedrin. 3.748,5 liter metil fentanyl, 292 kg heroin, 588 kg opium dan 49 kg morfin, 6,8 kg ketamin, serta berbagai bahan prekursor juga kimia prekursor yang berjumlah 163 ribu liter dan 35,5 ton.

Daerah-daerah terpencil Myanmar telah lama menjadi titik panas untuk pembuatan narkotika sintetis yang telah memasuki pasar di seluruh penjuru Asia dan tempat lain di dunia. Apa yang disebut sebagai “Segitiga Emas” di benua Asia Tenggara ini yang didefinisikan sebagai wilayah tempat Thailand, Myanmar, dan Laos bertemu telah lama menjadi pusat manufaktur dan perdagangan narkotika di Asia. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply