TopCareerID

UNDP: Bantuan Uang Tunai pada Rakyat Miskin Perlambat Penyebaran Covid-19

uang dalam rupiah

Uang rupiah. (dok. The Jakarta Post)

Topcareer.id – Bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan di seluruh dunia, bekerja dari rumah di tengah pandemi bukanlah suatu pilihan. Mungkin lebih memiliki sakit, demi perut terisi. Tetapi ada solusi untuk masalah itu.

Menurut sebuah makalah yang dirilis Kamis (23/7/2020) oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), cobalah untuk memberikan uang tunai agar mereka tetap bisa hidup meski harus tinggal di rumah. Itu bisa membantu memperlambat pandemi, kata laporan itu.

Dikutip dari CNBC Make It, makalah yang berjudul “Temporary Basic Income: Protecting Poor and Vulnerable People in Developing Countries,” ini menyarankan pemberian uang tunai kepada 2,8 miliar orang termiskin di 132 negara berkembang.

Baca Juga: Pemerintah Beri Bantuan Mahasiswa Terdampak Corona

Secara total, 1,07 miliar orang hidup di bawah garis kemiskinan internasional (yang dianggap USD1,90 per hari di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara; USD3,20 per hari di Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara; dan USD5,50 per hari di Eropa, Asia Tengah, Amerika Latin dan Karibia), menurut penulis makalah ini, George Gray Molina, Kepala Ekonom di United Nations Development Programme, dan Eduardo Ortiz-Juarez, seorang peneliti di King’s College di London.

Sementara 1,71 miliar orang lainnya didefinisikan sebagai tipe yang menghadapi risiko cukup besar untuk jatuh ke dalam kemiskinan, menurut makalah itu.

Secara keseluruhan, 2,78 miliar orang ini (44% dari populasi negara berkembang) harus mendapatkan bantuan tunai sementara yang tidak berdasarkan pada tempat tinggal, kewarganegaraan, atau status pekerjaan, tetapi hanya pada berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang.

“Registrasi sosial digital dan pengujian sarana tersebar luas di negara berkembang, dan telah berlangsung sekitar 20 tahun sekarang,” kata Juru Bicara UNDP Victor Garrido Delgado.

Baca Juga: Pak Pos Hingga Tukang Ojek Antarkan Bantuan Bagi 1,2 Juta Keluarga Terdampak Corona

Sarana seseorang ditentukan dengan data sensus, pendapatan yang diumumkan dan penanda lainnya, seperti apakah mereka memiliki pasokan air yang cukup.

“Pembayaran (penghasilan sementara), untuk menangani kebutuhan mendesak seperti makanan, tempat tinggal dan kesehatan, harus diberikan kepada semua orang di rumah tangga (orang dewasa akan mengumpulkan atas nama anak-anak),” kata Delgado.

Menurut Molina, saat ini, sebagian besar populasi tidak tercakup oleh sistem transfer tunai yang ada yang telah dikerahkan di tengah pandemi.

Program pembayaran tunai yang lebih komprehensif penting sekarang karena virus corona menyebar sangat cepat di negara-negara termiskin, seperti Brasil, Meksiko, Peru, Afrika Selatan, India, Bangladesh, Pakistan, dan sebagainya.

“Kami percaya bahwa ini adalah salah satu alat yang dapat berguna untuk menghentikan penyebaran virus,” kata Molina.**(RW)

Exit mobile version