Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Realisasi Penyaluran KUR Paruh Pertama 2020 Capai 40,1%

Sumber foto: Imperfectly Perfect Mama

Topcareer.id – Berdasar data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), secara keseluruhan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama Januari 2020 sampai dengan 31 Juni 2020 sudah mencapai Rp 76.2 triliun kepada 2,2 juta debitur.

Penyaluran tersebut, mencapai 40,1% dari target tahun 2020 sebesar Rp 190 triliun. Sementara, keseluruhan realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 30 Juni 2020 telah mencapai sebesar Rp 550.24 triliun dengan baki debet sebesar Rp 161.74 triliun, diberikan kepada 20,9 juta debitur.

Berikut rincian realisasi kebijakan KUR pada masa Covid-19:

  • Tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 5.837.387 debitur dengan baki debet Rp 110.13 triliun.
  • Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada  1.380.060 debitur dengan baki debet Rp 38.2 triliun.
  • Relaksasi KUR, berupa:
    • Perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1.376.389 debitur dengan baki debet Rp 37,23 triliun.
    • Penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 14 debitur dengan baki debet Rp 2,4 miliar.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, BCA Laporkan Laba Bersih Konsolidasi Rp 6,6 Triliun

Dikutip dari rilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, penyaluran KUR pada masa Covid-19 melambat dari Rp 18.9 triliun pada bulan Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp 4.75 triliun pada Mei 2020.

Pada bulan Juni 2020, penyaluran KUR telah kembali meningkat menjadi sebesar Rp 10.45 triliun dengan peningkatan signifikan terjadi sejak minggu ketiga bulan Juni 2020, seiring dimulainya pembukaan aktivitas ekonomi dan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

“Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi penopang perekonomian dalam mempercepat pemulihan ekonomi dengan didukung  kebijakan pembebasan pembatasan penyaluran KUR untuk sektor perdagangan atau non produksi yaitu melalui kebijakan penghapusan target penyaluran KUR pada sektor produksi,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto terkait hal ini.(Feb)

Leave a Reply