TopCareerID

WHO Peringatkan Penyebaran Virus Corona Kini Didorong Anak Muda

Sumber foto: Blomberg/Simon Dawson

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Selasa (18/8/2020) bahwa pandemi virus corona sekarang didorong oleh orang-orang yang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an tahun di mana mereka tidak tahu bahwa mereka terinfeksi.

Dr. Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat, dalam jumpa persnya menyampaikan, sebagian besar anak muda tidak pernah menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan.

“Ini meningkatkan risiko penyebaran ke yang paling rentan: orang tua, orang sakit, orang dalam perawatan jangka panjang, orang yang tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk, dan daerah pedesaan dengan perawatan kesehatan terbatas,” kata Dr. Kasai, dikutip dari CNBC.

Kasai mengatakan para pemimpin dunia dan publik harus menggandakan upaya untuk menghentikan penyebaran virus ke komunitas yang rentan.

Baca Juga: Studi: Beberapa Orang Mungkin Kebal Terhadap Virus Corona

“Kami terdorong untuk melihat banyak negara di kawasan ini telah mengadopsi taktik baru yang membantu meminimalkan konsekuensi sosial dan ekonomi dari Covid-19 dan menunjukkan bagaimana kami dapat mengatasinya di masa mendatang,” katanya.

Ilmuwan masih mempelajari mengapa penyakit ini berkembang menjadi penyakit parah pada beberapa individu tetapi tidak pada orang lain, seperti pada beberapa orang muda.

Virus corona telah menginfeksi hampir 22 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 774.600 pada Selasa, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. A

Awal bulan ini, WHO menerbitkan analisis terhadap 6 juta infeksi antara 24 Februari dan 12 Juli dan menemukan bahwa persentase orang yang berusia antara 15 dan 24 tahun, naik menjadi 15% dari 4,5%.

Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat, mengatakan bahwa dokter melihat semakin banyak komplikasi dengan Covid-19 pada anak muda. Dia mendesak anak muda Amerika untuk tidak menganggap enteng virus corona.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Melambung Akibat Banyak Orang Muda yang Langgar Protocol

Beberapa orang tidak memiliki gejala sementara beberapa mendapatkan gejala ringan dan beberapa mendapatkan gejala yang cukup untuk menaruhnya di rumah selama beberapa hari.

“Ada yang terbaring di tempat tidur selama berminggu-minggu dan mengalami gejala bahkan setelah sembuh, ada yang pergi ke rumah sakit, ada yang membutuhkan oksigen, ada yang membutuhkan perawatan intensif, ada yang diinkubasi dan ada yang meninggal,” katanya 23 Juni.

Menurut WHO, meskipun kasusnya tinggi di AS dan bagian lain dunia, masih ada peluang untuk mengendalikan virus. WHO merekomendasikan agar orang memakai masker sebagai cara memperlambat penyebaran virus.

WHO juga merekomendasikan orang untuk mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak dari orang lain, dan menghindari pergi ke tempat keramaian. Jika kamu mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, dapatkan bantuan medis, tetapi hubungi melalui telepon terlebih dahulu jika memungkinkan dan ikuti arahan dari otoritas kesehatan setempat.**(RW)

Exit mobile version