Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

CEO TikTok Mengundurkan Diri setelah 100 Hari Bekerja

Dok/Money.yahoo.com

Topcareer.id – CEO TikTok, Kevin Mayer mengumumkan pada Rabu (26/8) bahwa ia mengundurkan diri, lebih dari 100 hari setelah mantan CEO Disney itu bergabung dengan aplikasi video pendek terbesar di dunia pada pertengahan Mei 2020 lalu.

Berita itu datang menyusul langkah TikTok untuk menuntut pemerintah AS atas larangan yang akan datang. Aplikasi, yang dimiliki oleh startup internet China, ByteDance, terjebak dalam ketegangan antara Beijing dan Washington, yang menuduh aplikasi tersebut menimbulkan ancaman keamanan nasional bagi AS.

TikTok telah mengumpulkan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan hanya di AS saja, menurut pengajuan pengadilan baru-baru ini. Secara global, Monthly Active User (MAU) nya mendekati 700 juta pada Juli 2020.

Pada 6 Agustus, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menutup TikTok jika ByteDance tidak menjual operasi aplikasi di AS. TikTok memiliki waktu hingga pertengahan November 2020 untuk divestasi sendiri.

“Kami menghargai dinamika politik dalam beberapa bulan terakhir yang telah secara signifikan mengubah ruang lingkup peran Kevin ke depan, dan sepenuhnya menghormati keputusannya. Kami berterima kasih atas waktunya di perusahaan dan berharap dia baik-baik saja,” kata juru bicara TikTok dalam sebuah pernyataan.

The New York Times sebelumnya melaporkan bahwa Mayer mengumumkan keputusannya untuk mundur dalam sebuah catatan kepada karyawan karena TikTok mendapat tekanan dari pemerintahan Trump atas hubungannya dengan China. Mayer tidak mengantisipasi sejauh mana TikTok akan terlibat dalam ketegangan antara China dan AS.

Vanessa Pappas, yang saat ini menjadi manajer umum TikTok, dikabarkan akan menjadi CEO sementara menggantikan Kevin Mayer.

Saham TikTok yang menjulang telah menarik minat investor di seluruh papan bursa, dari Microsoft yang secara terbuka mengumumkan niatnya, hingga penawar yang kurang diharapkan seperti Oracle.

Pada bulan Juli lalu, investor dilaporkan menilai TikTok sebesar USD 50 miliar, dan jika ByteDance melepaskan aplikasi video berharga tersebut, pasti akan menjadi pukulan valuasi bagi ByteDance.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply