Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 25, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mitos-Mitos Soal Kepemimpinan, Mana yang Sering Kamu Dengar? (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Australian College of Professionals)

Topcareer.id – Manajer atau atasan merupakan pemimpin dalam lingkup perusahaan. Setiap orang bisa muncul dengan peran kepemimpinannya, meski tidak semua manajer memiliki peran kepemimpinan yang baik.

Sejauh ini, ada sejumlah mitos soal kepemimpinan yang masih terekam di benar banyak orang. Berikut beberapa di antaranya yang harus dibuang, seperti dikutip dari laman The Balance Career.

Bagian pertama dari tulisan.

Pemimpin hanya di atas

Ada mitos bahwa kecakapan kepemimpinan hanya dimiliki oleh satu atau dua orang di puncak piramida kekuasaan. Pada kenyataannya, kepemimpinan itu multidimensi.

Pada hari tertentu, kita masing-masing bergerak melalui serangkaian ekspresi kepemimpinan yang berbeda. Kita semua adalah pemimpin dalam satu atau lain cara.

Yang pasti, ketika kita memiliki pandangan yang lebih luas tentang kepemimpinan, kita dapat bekerja sama dengan memanfaatkan bakat unik setiap orang.

Pemimpin bawaan dari lahir atau berdasarkan gelar

Kita semua memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang cakap dengan mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan kita, terhadap orang yang kita pimpin. Kita semua dapat berkontribusi untuk upaya apa pun.

Gelar tidak menjadikan seseorang sebagai pemimpin. Ada banyak contoh orang dengan gelar mewah namun tidak dapat menghubungkan, menginspirasi, memberdayakan, atau mengembangkan orang lain. Seorang pemimpin bekerja keras untuk keahlian dan kemampuan yang mereka miliki, sambil membina hubungan ‘saling menghormati’ dengan orang-orang di sekitar mereka.

Pemimpin hebat bekerja sendiri

Setiap orang memiliki kelemahan. Pemimpin yang baik mengetahui hal ini, dan mengelilingi diri mereka dengan orang-orang yang menutupi kelemahan tersebut.

Para pemimpin yang efektif saat ini terampil dalam membangkitkan kepemimpinan dalam diri orang lain. Dalam lingkungan kerja inklusif saat ini, pembinaan dianggap sebagai kompetensi inti dari kepemimpinan yang hebat.

Pemimpin memiliki semua jawaban

Di masa lalu, kita cenderung mencirikan pemimpin sebagai pahlawan, pemecah masalah cerdas yang memberikan solusi untuk masalah sulit dalam sekejap. Sepertinya ini hadir karena mitos dan persepsi yang dangkal. Keingintahuan, pemikiran kritis, dan inklusi adalah bagian dari kepemimpinan yang efektif.**(Feb)

Leave a Reply