Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Di Masa Pandemi, 5 Anak Usaha Angkasa Pura II Catat Pendapatan Rp 1,3 Triliun

Dok/Angkasa Pura I

Topcareer.id – Sepanjang periode Januari-Juni 2020, lima anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero) berhasil mencatat pendapatan Rp 1,336 triliun, meski di tengah kondisi pandemi. Ada beragam strategi yang dijalankan untuk mencapai perolehan tersebut.

Presiden Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjabarkan, kelima anak usaha tersebut, yakni PT Angkasa Pura Solusi (APS), PT Angkasa Pura Kargo (APK), PT Angkasa Pura Propertindo (APP), PT Angkasa Pura Aviasi (APA), dan PT Gapura Angkasa.

PT Angkasa Pura Solusi membukukan pendapatan Rp 494,07 miliar dengan bidang usaha antara lain penyediaan fasilitas di bandara, perparkiran, sumber daya manusia, dan ritel.

PT Angkasa Pura Kargo berhasil meraih pendapatan Rp 137,116 miliar dengan bidang usaha kargo dan logistik.

“Bisnis usaha dari APK relatif mampu bertahan karena angkutan kargo saat ini tetap berjalan dengan baik. Di sisi lain, APS juga melakukan inovasi yakni dengan menyewakan gudang yang dimiliki ke sejumlah institusi,” jelas Muhammad Awaluddin dalam siaran pers, Jumat (28/8/2020).

PT Angkasa Pura Propertindo membukukan pendapatan Rp 81,45 miliar. Muhammad Awaluddin mengatakan APP disiapkan untuk mengelola properti di kawasan bandara dan dalam waktu dekat akan membuka hotel bintang 4 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian PT Angkasa Pura Aviasi (APA) meraih pendapatan Rp 18,104 miliar. Dan PT Gapura Angkasa berhasil membukukan pendapatan mencapai Rp 605,995 miliar dengan menyediakan layanan antara lain jasa ground handling.

Strategi yang dijalankan untuk mencapai hal itu dilakukan melalui pengembangan inovasi perolehan pendapatan usaha (top line innovation), memaksimalkan alat produksi (asset maximizing), dan penghematan biaya operasi (cost leadership).

Muhammad Awaluddin mengatakan ,strategi tersebut juga didukung dengan konsep 3R dalam menjalankan bisnis: Reconfigure the structure; Restore the unoptimal business; Replace the unimportant things.

 “Melalui 3R yang terimplementasi dengan baik dapat membuat struktur organisasi dan proses operasi lebih sederhana, lalu optimalisasi bisnis dengan melakukan business pivoting atau mencari peluang, dan menghilangkan hal-hal yang tidak penting (focus), maka PT Angkasa Pura II dan anak usaha dapat mempertahankan stabilitas di tengah pandemi ini.”

“Saat ini pendapatan Angkasa Pura II Group berasal dari portofolio bisnis aeronautika dan portofolio bisnis nonaeronautika. Bisnis aeronautika seperti layanan ke penumpang pesawat dan ke maskapai sebagian besar dilakukan oleh induk usaha yaitu PT Angkasa Pura II. Sementara itu, bisnis nonaeronautika sebagian besar dilakukan oleh anak usaha,” jelas Muhammad Awaluddin.**(Feb)

Leave a Reply