Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

BPS: Nilai Ekspor Agustus Turun 4,62% Dibanding Juli 2020

Sumber foto: Shutterstock

Topcareer.id – Menurut Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Agustus 2020 mencapai USD 13,07 miliar atau sekitar Rp 193,88 triliun. Angka itu menurun 4,62% dibanding ekspor Juli 2020. Sementara dibanding Agustus 2019 menurun 8,36 persen.

Dalam rilis Perkembangan Ekspor Impor Indonesia Agustus 2020 pada Selasa (15/9/2020), Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, ekspor nonmigas Agustus 2020 mencapai USD 12,46 miliar, turun 4,35 persen dibanding Juli 2020.  Sementara jika dibanding ekspor nonmigas Agustus 2019, turun 7,16 persen.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2020 mencapai USD 103,16 miliar atau menurun 6,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD 97,90 miliar atau menurun 4,38 persen,” kata Suhariyanto dalam keterangan pers.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2020 terhadap Juli 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar USD 169,6 juta (16,62 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, terak, dan abu logam sebesar USD 102,2 juta (50,22 persen).

Baca juga: Wow, Jamu Indonesia Berhasil Tembus ke Arab Saudi

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Agustus 2020 turun 1,18 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 22,45 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 8,59 persen.

Ekspor nonmigas Agustus 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD 2,46 miliar, disusul Amerika Serikat USD 1,62 miliar dan Jepang USD 0,98 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,68 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar USD 1,02 miliar.

“Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Agustus 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 16,79 miliar (16,28 persen), diikuti Jawa Timur USD 13,36 miliar (12,95 persen) dan Kalimantan Timur USD 8,70 miliar (8,44 persen), ujarnya.**(Feb)

Leave a Reply