Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Perhatikan Hal Ini Agar Kamu Tetap Profesional Saat Mengajukan Cuti Pada Atasan

Topcareer.id – Ritme kerja yang tinggi setiap harinya pasti membuatmu lelah dan sesekali membutuhkan liburan. Namun seringkali tindakan meminta ijin kepada atasan untuk mengambil cuti bisa terasa canggung.

Kamu mungkin merasa akan dinilai sebagai pemalas, atau kamu harus menebus waktu yang hilang ketika kembali bekerja.

Dan ini bisa menjadi lebih sulit saat kantor kamu sedang kekurangan staf, atau jika kamu duduk pada posisi yang memainkan peran integral di tempat kerja.

Baca Juga: Tips Manfaatkan Jatah Cuti Selama Pandemi

Mengetahui cara meminta ijin kepada atasan untuk libur secara efektif bisa menjadi alat profesional yang efektif. Perhatikan hal-hal berikut ini sebelum meminta ijin libur.

  • Berhati-hatilah dalam permintaan ijin kamu
    Entah kamu punya waktu cuti atau tidak, atasan dan kolega kamu akan menghargai jika kamu tidak meminta hari libur ketika kamu sedang mengerjakan proyek besar, atau ketika orang lain dalam departemen kamu sudah lebih dulu meminta cuti. Sehari sebelum tanggal long weekend bukanlah waktu terbaik untuk meminta cuti, juga tidak bijaksana untuk meminta absen pada hari saat ada rapat atau presentasi besar.
  • Apakah kamu memiliki waktu cuti
    Akan lebih mudah untuk meminta ijin libur pada atasan jika memiliki waktu cuti. Lihat kembali manual book karyawan untuk arahan tentang seberapa jauh sebelumnya kamu bisa mengajukan permintaan cuti. Mungkin juga ada prosedur permintaan formal, seperti mengajukan permintaan cuti kamu secara tertulis atau melalui manajer langsung atau perwakilan HRD.
  • Saat kamu membutuhkan waktu istirahat medis
    Beberapa perusahaan membolehkan menggunakan ijin sakit untuk hal-hal seperti kunjungan dan pemeriksaan dokter, meskipun kamu masih tidak terlalu sakit dan bisa bekerja. Jika ini masalahnya, atau jika kamu hanya perlu menjadwalkan waktu untuk temu janji dengan dokter kamu, berikan waktu tenggang sebanyak mungkin kepada atasan kamu dan sampaikan langsung kepadanya.

Contoh:
“Saya ada janji dengan dokter gigi jam 1 siang pada hari Jumat. Apakah boleh saya menggunakan ijin waktu setengah hari sakit dan pulang kerja pada siang hari?”

Jika kamu merasa akan mengalami gangguan kesehatan, atasan akan lebih suka kamu menelepon karena sakit daripada memaksa datang dan menyebarkan kuman di kantor.

Sebaiknya cobalah untuk menelepon malam sebelum ketidakhadiranmu ketika kamu mulai merasa sakit, atau mengabarkan pertama kali di pagi hari sebelum jam kerja. Ini sangat penting jika kamu memiliki pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan.

  • Haruskah memberikan penjelasan?
    Secara teoritis, bukan urusan siapa pun termasuk atasanmu mengapa kamu meminta hari libur, tetapi kamu akan mendapatkan lebih banyak kemungkinan untuk diberi ijin jika kamu memiliki “alasan yang baik”. Beberapa atasan lebih cenderung menyetujui memberi ijin hari libur jika mereka tahu mereka dapat tetap dengan mudah menghubungimu jika muncul masalah benar-benar kritis.**(RW)
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply