TopCareerID

Maraknya Belanja Online Paksa H&M Tutup Sebanyak 250 Toko

Topcareer.id – H&M akan menutup sebanyak 250 gerainya tahun depan akibat pandemi virus corona. Selain itu penutupan juga disebabkan karena orang semakin banyak berbelanja secara online.

Perusahaan ritel fast-fashion ini memiliki 5.000 toko di seluruh dunia, jadi pengumuman penutupan toko pada hari Kamis (1/10) telah menghilangkan 5% dari total jumlah tokonya.

“Semakin banyak pelanggan mulai berbelanja online selama pandemi. Menyusul 80% toko yang ditutup sementara, aktivitas pembelanjaan online pun mencapai puncaknya,” kata H&M dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Trik agar Tak Tergoda Belanja Online selama Kerja dari Rumah

Peritel asal Swedia itu mengatakan kuartal ketiga, yang mencakup penjualan dari Juni hingga Agustus 2020, pulih seiring berjalannya waktu karena pembukaan kembali toko dan pertumbuhan yang kuat serta menguntungkan dalam belanja online. Meski begitu, penjualan bulan September turun 5% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

“Meskipun tantangan masih jauh dari selesai, kami percaya bahwa yang terburuk telah berlalu dan kami berada di posisi yang tepat untuk keluar dari krisis dengan lebih kuat,” kata CEO Helena Helmersson dalam rilisnya.

Virus corona telah mempercepat tren belanja online yang telah mengganggu industri ritel dan menggempur rantai utama sebelum pandemi melanda. Saingan H&M seperti Zara dan merek fashion lainnya, mengatakan pihaknya berencana untuk menutup sebanyak 1.200 toko mulai dari tahun ini dan tahun depan.

H&M dan Zara bukan satu-satunya retailer yang merasakan kesulitan. American Eagle Outfitter dan GameStop juga baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menutup ratusan tokonya karena maraknya belanja online.**(RW)

Exit mobile version