TopCareerID

CEO Produsen Barbie Akui Permintaan Mainan Melebihi Ekspektasi saat Pandemi

Barbie

Topcareer.id – Salah satu perusahaan mainan terbesar, Mattel kini tengah bekerja keras mengejar lonjakan tak terduga dalam memenuhi permintaan konsumen untuk mainan karena musim belanja liburan semakin dekat.

“Kami melihat permintaan yang luar biasa untuk produk kami, lebih dari yang kami harapkan. Dengan lonjakan permintaan tersebut, kami sekarang bekerja keras untuk dapat memenuhinya,” kata CEO Mattel, Ynon Kreiz, dikutip dari laman CNBC, Jumat (23/10/2020).

Mattel, produsen merek mainan dan permainan ikonik seperti Barbie, Uno, dan Hot Wheels, mengejutkan Wall Street ketika membukukan laba kuartal ketiga yang lebih dari dua kali lipat proyeksi analis.

Perusahaan mencatat laba bersih USD 316 juta, yang empat kali lebih baik dari laba sebelum pandemi, dengan penjualan USD 1,6 miliar. Mattel menderita kerugian ratusan juta dolar dalam dua kuartal sebelumnya ketika bisnisnya terganggu oleh lockdown virus corona.

Baca juga: WHO: Penularan Covid-19 dalam Penerbangan Risikonya Rendah

“Hanya pertumbuhan permintaan yang luar biasa, yang berasal dari penurunan di semester pertama menjadi pertumbuhan di kuartal ketiga menuju musim liburan. Kami bekerja sangat keras untuk dapat mencoba dan memenuhinya,” kata Kreiz.

Dengan banyaknya orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah selama pandemi, mainan mulai laku keras ketika orang tua mencari cara untuk membuat anak-anak sibuk di luar laptop, ponsel, dan teknologi lainnya.

Penjual mainan retail didorong untuk mengisi ulang persediaan mainan dan board game-nya, yang membantu Mattel meningkatkan penjualan kuartal lalu sebesar 10%.

Barbie adalah salah satu merek mainan yang laris. Mattel, yang memproduksi lini boneka ikonik, mengatakan kenaikan hampir 30% di setiap segmen.

Baca juga: WHO Catat Ada 184 Negara yang Bergabung dalam Program Vaksin COVAX

Menghasilkan USD 532,2 juta dalam penjualan kotor, itu adalah penampilan terbaik brand ini sejak 2003 karena perusahaan melihat penerimaan positif untuk rangkaian boneka yang lebih inklusif. “Permintaan barbie tumbuh 50%. Ini benar-benar menunjukkan kekuatan dan momentum merek yang berkelanjutan,” kata Kreiz.

Perusahaan sekarang menargetkan musim belanja liburan kuartal keempat dan memperkirakan bahwa penjualan dari tahun ke tahun akan terus tumbuh.**(Feb)

Exit mobile version