Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Tools Baru LinkedIn Bantu Pengguna Membuat Perubahan Karier

Sumber foto: Business LinkedInSumber foto: Business LinkedIn

Topcareer.id – LinkedIn meluncurkan tools baru yang bertujuan membantu orang yang baru saja menganggur untuk membuat perubahan karier.

LinkedIn meluncurkan fitur Career Explorer untuk menampilkan karier yang dapat ditransisikan oleh pencari kerja dengan menemukan keterampilan yang tumpang tindih dengan pekerjaan mereka sebelumnya. Tools ini akan mengurutkan keterampilan menurut kepentingannya tergantung pada posisi pekerjaan.

Pengguna LinkedIn juga dapat mengidentifikasi keterampilan yang perlu mereka kembangkan untuk membuat pivot karier yang mereka inginkan. Setelah pengguna mengklik keterampilan yang perlu mereka bangun, mereka akan diarahkan ke daftar kursus LinkedIn yang dapat diambil pengguna untuk meningkatkan keterampilan itu.

Fitur tersebut juga menunjukkan tingkat popularitas untuk transisi karier tertentu, dan membantu pengguna terhubung dengan orang-orang di bidang yang mereka minati melalui LinkedIn.

“Kami tahu bahwa mayoritas manajer perekrutan mengatakan bahwa soft skill sama atau lebih penting untuk diprioritaskan daripada hard skill,” kata Pakar Karier LinkedIn, Blair Heitmann.

Menurut LinkedIn, tools baru ini dapat membantu orang dengan pekerjaan sebelumnya sebagai pelayan restoran melakukan transisi ke peran customer service. Sedangkan untuk manajer toko, platform jaringan menemukan bahwa posisi pekerjaan memiliki kemiripan yang tinggi dengan peran wiraniaga. Tools tersebut mengidentifikasi ritel, manajemen inventaris, merchandising, dan lainnya sebagai keterampilan umum, dan menyoroti layanan pelanggan, Microsoft Office, operasi penjualan, dan lainnya sebagai keterampilan.

Menurut survei LinkedIn dan CensusWide, lebih dari 45% pencari kerja belum mencoba membuat perubahan karier karena mereka tidak tahu harus mulai dari mana, sementara 33% tidak merasa mereka memenuhi syarat untuk industri yang mereka tuju. Lebih dari sepertiga dari mereka yang disurvei juga percaya bahwa mereka tidak memiliki koneksi dengan industri lain.

Tools baru ini juga merupakan bagian dari inisiatif LinkedIn dalam kemitraan dengan Microsoft, yang bertujuan untuk mengajarkan keterampilan digital kepada puluhan juta orang di seluruh dunia pada akhir tahun ini dengan memberikan akses gratis ke sesi pelatihan. Beberapa sesi meliputi pengembangan perangkat lunak, desain grafis, dan analisis keuangan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply