Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, November 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Survei: Meski Pandemi, 49% Orang Indonesia Optimis Ekonomi Cepat Membaik

Ilustrasi. (dok. Wahyu/Topcareer.id)

Topcareer.id – Dalam survei McKinsey awal April terhadap hampir 700 responden di Indonesia, 49 persen mengatakan mereka yakin ekonomi Indonesia akan pulih dalam waktu 2 sampai 3 bulan dan tumbuh pada saat yang sama atau bahkan lebih cepat dari sebelum Covid-19.

Menurut survei McKinsey yang rilis pada awal November itu, kepercayaan diri konsumen Indonesia yang tinggi ini, kontras dengan yang dirasakan di negara yang lebih maju.

“Dalam berkelanjutan kami memantau sentimen konsumen di seluruh dunia, kami menemukan bahwa hanya 11 persen orang Korea Selatan responden, 24 persen dari Jerman, 37 persen orang Amerika, dan hanya 4 persen orang Jepang perkirakan ekonomi mereka akan pulih dalam 2 hingga 3 bulan,” tulis survei tersebut.

McKinsey menggarisbawahi, bahkan optimisme orang Indonesia ini tetap dipegang teguh meski mereka bergulat dengan kesulitan keuangan. Setengah responden mengatakan bahwa mereka menduga krisis berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Riset: Masyarakat Indonesia Taklukkan Pandemi Covid-19

Bahkan, hampir dua pertiga responden mengatakan mereka setuju atau sangat setuju bahwa pekerjaan mereka menjadi kurang terjamin, menurut para tertinggi di antara negara-negara Asia yang disurvei.  Di India, Korea Selatan, dan China, hanya 35 persen yang mengatakan mereka merasa lebih tidak terjamin dalam pekerjaan.

“Hampir dua pertiga orang Indonesia juga menduga adanya pembatasan pekerjaan dan interaksi sosial akan menghabiskan tabungan mereka dan 83 persen mengatakan mereka sangat berhati-hati dengan cara mereka membelanjakan uang mereka.”

Ada penurunan besar dalam niat konsumen untuk berbelanja pada kategori pilihan, seperti makan di luar rumah (-70), menginap di hotel (-83), pakaian (-61), dan alas kaki (-65) .

Di sisi lain, kategori lainnya untuk barang yang dikonsumsi di rumah yang diduga tercatat alami peningkatan, termasuk bahan makanan (+45), makanan ringan (+7), perlengkapan rumah tangga (+36) dan di rumah hiburan (+21).**(Feb)

Leave a Reply