Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, December 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Guru Besar UI Menjawab Mitos Vaksin Covid-19 yang Dinilai Tak Aman

Topcareer.id – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita menepis dengan tegas isu terkait mitos vaksin yang beredar dan terkesan berbahaya. Menurutnya, masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar.

Sebagian besar masyarakat sudah mempercayai dan mengakui kegunaan vaksin bagi pencegahan infeksi penyakit menular, akan tetapi masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dan kemanjuran vaksin, termasuk meragukan keamanan vaksin Covid-19 yang masih dalam proses pengujian.

“Hal yang tidak masuk akal, harus kita tinggalkan. Terutama harus hati-hati untuk membagikannya dengan orang lain,” kata Prof. Cissy dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

Ia menjelaskan, vaksin merupakan cara mencegah infeksi penyakit tertentu dengan efisien dan efektif. Vaksin terbukti mampu mencegah banyak penyakit seperti, BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, hingga HPV.

Yang perlu diketahui pula, lanjut dia, apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang, maka akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau dikenal dengan herd immunity.

“Ini akan melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun,” ujarnya.

Baca juga: Fantastis, Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 Sekitar Rp 184 Juta

Menurutnya, penolakan yang luas terhadap vaksin Covid-19 justru menghambat terciptanya kekebalan kelompok yang diinginkan. Minimal cakupan imunisasi Covid-19 mencapai 70% dari jumlah populasi.

Terkait proses pembuatan vaksin yang cepat, Prof. Cissy mengatakan bahwa teknologi dan kemampuan sumber daya yang maju, serta ketersediaan biaya, mempercepat proses penemuan vaksin Covid-19, di mana fase-fase yang harus dilalui dilakukan secara paralel.

Laporan keamanan uji klinik vaksin Covid-19 fase satu dan dua telah dipublikasikan pada publikasi internasional dan menunjukkan hasil yang baik. Hasil tersebutlah yang menarik minat lebih dari 2000 relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung.

Dari 2000 relawan tersebut, 1620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi hingga saat ini telah selesai divaksinasi dan menunggu laporan hasil uji resminya.

“Tidak ditemukan efek samping yang berat, info atau berita mengenai adanya yang meninggal, sakit berat, sakit punggung, itu tidak terbukti dari hasil uji klinik vaksin Covid-19. Setelah dilakukan penelitian, kejadiannya ternyata tidak berhubungan langsung dengan vaksinasi,” kata Prof. Cissy menjawab efek samping vaksin Covid-19 yang telah diuji coba pada ribuan relawan di Indonesia.

Ia menambahkan vaksin memang salah satu cara untuk terlindungi dari infeksi penyakit tertentu. Namun, kata dia, kita tetap harus melakukan perilaku 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman) secara disiplin, sampai akhir pandemi nanti.**(Feb)

Leave a Reply