Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, December 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Setelah Pfizer dan BioNTech, Vaksin Moderna Laporkan Tingkat Kemanjuran di Atas 90%

Topcareer.id – Terobosan teknologi vaksin penangkal virus siap untuk perang melawan COVID-19 saat ini dan mungkin di masa depan kanker menjadi salah satu yang harus dilawan juga, kata para ilmuwan.

Keberhasilan awal dari apa yang disebut vaksin messenger ribonucleic acid (mRNA) dalam uji coba tahap akhir oleh Moderna serta Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, adalah bukti pertama bahwa konsep tersebut berhasil melawan virus.

Kedua vaksin eksperimental tersebut memiliki tingkat kemanjuran yang tinggi. Pfizer dan BioNTech hingga 90%, sementara itu Moderna mencapai 94.5%, jauh lebih tinggi dari yang diharapkan dan jauh di atas ambang batas 50%.

Baca Juga: Badan POM Kawal Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin Covid-19

Metode tradisional untuk membuat vaksin rata-rata membutuhkan waktu lebih dari satu dekade, menurut sebuah studi tahun 2013. Satu vaksin flu pandemi membutuhkan waktu lebih dari delapan tahun sementara vaksin hepatitis B hampir 18 tahun dalam pembuatannya.

Vaksin Moderna beralih dari metode tradisional dengan menggunakan pengurutan gen yang diinjeksikan ke manusia pertama kali dan hanya membutuhkan waktu 63 hari.

Perusahaan lain juga sedang mencoba mengejar teknologi seperti CureVac Jerman yang memiliki kandidat vaksin mRNA, meskipun belum memulai uji coba tahap akhir dan berharap akan mendapatkan lampu hijau setelah Juli 2021.

“Kami akan melihat kembali kemajuan yang dibuat pada tahun 2020, itu adalah momen ketika sains benar-benar membuat lompatan jauh ke depan,” kata Jeremy Farrar, Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford, yang didukung oleh Wellcome Trust mengutip Reuters.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply