Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Ular Tidur Hambat Pembangunan Giga Factory Tesla Di Jerman

Topcareer.id – Ular yang tengah berhibernasi memperumit rencana Elon Musk untuk mendirikan giga factory Tesla di Jerman dekat Berlin.

Pengadilan Jerman telah memberi tahu perusahaan kendaraan listrik Tesla milik miliarder AS itu untuk menangguhkan pembukaan hutan di lokasi pabrik yang diusulkan setelah para pecinta lingkungan Jerman mengatakan bahwa menebang lebih banyak pohon dapat membahayakan ular yang berhibernasi.

“Landesumweltamt (otoritas lingkungan negara bagian) dan Tesla sekarang akan dikonsultasikan, mereka perlu membuat pengajuan dan kemudian kami menilai situasinya,” kata juru bicara pengadilan administratif di Frankfurt an der Oder di Jerman timur, Selasa (8/12) mengutip Reuters.

Baca Juga: Tesla Incar Indonesia yang Kaya Nikel untuk Mendirikan Pabriknya

Produsen mobil listrik itu mengumumkan rencananya akhir tahun lalu untuk membangun giga factory dan pusat desain Eropa pertamanya di Gruenheide, di luar Berlin, dengan rencana operasional pada 1 Juli 2021 untuk mulai membangun crossover listriknya, kendaraan sport Tesla Model Y.

Keputusan untuk menemukan tempat bagi pabriknya di Eropa pertama untuk mendapat label “Buatan Jerman” yang didambakan bagi mobil listriknya kini terhambat aturan lokal.

Izin Tesla untuk memulai konstruksi bergantung pada persetujuan bersyarat dari otoritas lokal, yang berkewajiban untuk berkonsultasi dengan kelompok lingkungan dan masyarakat.

Perusahaan telah terlibat dalam audit lingkungan, sebuah proses yang memakan waktu di negara yang mengutamakan perhatian terhadap detail.

Aktivis lingkungan dari kelompok lokal, NABU, prihatin bahwa ular Coronella austriaca mungkin sedang berhibernasi di tanah pada lokasi tersebut, dan aktivitas penebangan pohon dapat mengganggu hibernasinya.

Otoritas lokal juga meninjau klaim NABU bahwa Lacerta agilis, yang juga dikenal sebagai kadal pasir, dapat terancam oleh ekspansi Tesla, kata NABU.

Penduduk setempat khawatir bahwa Giga Factory Tesla, terutama setelah mulai membangun sel baterai, akan menguras sumber daya air lokal dan mereka meminta jaminan dari Tesla bahwa konsumsi akan dibatasi.

Sebagai tanggapan, Tesla setuju untuk memotong konsumsi air menjadi 1,4 juta meter kubik, turun dari 3,3 juta meter kubik.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan