Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Swedia Berencana Beralih ke Uang Digital

Sumber foto: National GeographicSumber foto: National Geographic

Topcareer.id – Pemerintah Swedia mulai menjajaki kemungkinan memindahkan jenis uang negara tersebut dalam bentuk uang digital.

Per Bolund, Menteri Pasar Keuangan Swedia, mengatakan tinjauan yang diluncurkan pada Jumat (11/12) diharapkan akan selesai pada akhir November tahun 2022. Anna Kinberg Batra, mantan ketua komite keuangan Riksbank, akan memimpin pemeriksaan keuangan.

Swedia adalah salah satu negara pertama di dunia yang mempertimbangkan untuk memperkenalkan mata uang digital. Bank sentralnya sudah menjalankan proyek percontohan dengan Accenture Plc untuk memperkenalkan krona elektronik berdasarkan teknologi blockchain yang sama, yang juga mendukung mata uang digital seperti Bitcoin.

Gubernur Stefan Ingves mengatakan pada Oktober lalu bahwa keputusan apa pun tentang apakah akan mengeluarkan e-krona perlu diambil di tingkat politik.

Baca juga: Swedia Buktikan Herd Immunity Tak Dapat Hentikan Penularan Virus Corona

Dari sudut pandang pemerintah, Bolund mengatakan bahwa penting agar pasar pembayaran digital berfungsi dengan aman, dan tersedia untuk semua orang.

“Ini bergantung pada bagaimana mata uang digital dirancang dan teknologi apa yang digunakan, hal itu dapat memiliki konsekuensi besar bagi keseluruhan sistem keuangan,” katanya.

Riksbank memperkirakan pada bulan Oktober bahwa penggunaan uang tunai di Swedia turun ke level terendah yang pernah ada di dunia, karena pandemi mempercepat peralihan dari uang kertas dan koin. Kurang dari 10% dalam semua pembayaran dilakukan dengan uang tunai di Swedia, menurut penelitian bank.

Bank for International Settlements memperkirakan sejak tahun 2018. masyarakat Swedia telah hidup tanpa uang tunai paling banyak di dunia, diukur sebagai penggunaan sebagai persentase dari produk domestik bruto.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan