Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Vaksin Covid-19 Tergolong dalam Jenis Vaksin Mati? Ini Penjelasannya

Dok/Shutterstock

Topcareer.id – Saat ini tidak sedikit masyarakat yang masih enggan mendapat vaksin Covid-19. Alasannya, karena banyak yang beranggapan kalau vaksin tersebut justru menimbulkan penyakit baru ketimbang manfaat sebenarnya, yakni untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang dari suatu penyakit tertentu.

Kabar itu pun langsung ditepis oleh seorang Vaksinolog sekaligus Spesialis Penyakit Dalam, dr. Dirga Sakti Rambe. Di mana ia menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 tergolong dalam jenis vaksin mati yang tidak berbahaya untuk tubuh.

“Vaksin mati artinya vaksin yang diberikan kepada tubuh kita tidak ada risiko, atau risikonya nol untuk menyebabkan penyakit. Jadi tidak mungkin ada orang setelah divaksinasi Covid-19 menjadi sakit Covid-19. Itulah keunggulan dari vaksin mati,” jelasnya dalam Dialog yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (29/12/2020).

Lebih lanjut, dr. Dirga mengimbau agar masyarakat tidak khawatir akan adanya fenomena ADE (Antibody-dependant enhancement) pada vaksin Covid-19, yaitu fenomena yang mungkin terjadi pada pemberian vaksin atau antibodi lain, berupa reaksi yang memperkuat infeksi sehingga terjadinya suatu kejadian imunopatologis yang berat.

“Ternyata ADE dalam berbagai penelitian dan uji klinik vaksin Covid-19 ini tidak terbukti. Sampai sekarang pada semua merek vaksin Covid-19, risiko ini tidak terjadi,” tegasnya.

Meskipun begitu, dr. Dirga meminta kepada masyarakat untuk jujur dalam mengungkapkan kondisi kesehatannya sebelum menerima vaksin. Sebab sesuai standar yang ditentukan, petugas yang berwenang akan melakukan proses pengamatan sebelum vaksin tersebut disuntikan ke seseorang.

Hal ini untuk melihat apakah orang itu layak dan memenuhi persyaratan untuk menerima vaksin tersebut.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply