Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, January 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Ragam Reaksi Dunia terkait Aksi Anarkis di Capitol Hill AS (Bagian 1)

Sumber foto: latimes.com

Topcareer.id – Para pemimpin dunia pada hari Rabu (6/1) menyatakan keterkejutan mereka ketika melihat para pendukung Donald Trump menyerbu gedung Capitol AS dengan anarkis untuk membatalkan hasil pemilu 3 November 2020 yang dimenangkan oleh Joe Biden.

Berikut ini reaksi dari beberapa negara besar di dunia:

Bagian pertama dari artikel.

Swedia
Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven dalam tweetnya menggambarkan adegan itu sebagai “serangan terhadap demokrasi”. “Presiden Trump dan banyak anggota Kongres memikul tanggung jawab yang signifikan atas apa yang sedang terjadi. Proses demokratis dalam memilih presiden harus dihormati.”

Inggris Raya
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam tweet menyebut peristiwa di Kongres AS sebagai “aib,” ia mengatakan Amerika Serikat berdiri untuk demokrasi di seluruh dunia dan itu “penting” dilakukan sekarang dengan transfer kekuasaan yang damai dan tertib .

Jerman
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan musuh demokrasi akan dihibur dengan adegan kekerasan di Capitol Amerika Serikat, dan dia meminta Trump untuk menerima keputusan pemilih AS.

Dalam sebuah Tweet, Maas mengatakan kekerasan itu disebabkan oleh retorika yang menghasut. “Trump dan pendukungnya harus menerima keputusan pemilih Amerika pada akhirnya, dan berhenti menginjak-injak demokrasi.”

Baca juga: AS Gerak Cepat: 15,4 Juta Dosis Vaksin Didistribusikan, 4,5 Juta Orang Disuntik

Rusia
Wakil Duta Besar Rusia Dmitry Polyanskiy memosting di Twitter, merujuk pada protes di Ukraina yang menggulingkan Presiden Ukraina yang didukung Rusia Viktor Yanukovich pada tahun 2014.

“Beberapa teman saya bertanya apakah seseorang akan membagikan kerupuk kepada para pengunjuk rasa seperti saat dulu menggemakan aksi Victoria Nuland,” katanya, mengutip kunjungan 2013 silam ke Ukraina. Asisten Menteri Luar Negeri Victoria Nuland menawarkan makanan kepada para pengunjuk rasa.

Australia
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menggambarkan pemandangan di Washington sebagai hal yang menyedihkan. “Kami mengutuk tindakan kekerasan ini dan menantikan transfer damai Pemerintah ke pemerintahan terpilih yang baru, dalam tradisi demokrasi Amerika yang hebat.”

NATO
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut protes kekerasan di Washington sebagai “pemandangan yang mengejutkan” dan mengatakan hasil pemilihan demokratis AS harus dihormati.

Spanyol
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan dalam sebuah tweet: “Saya mengikuti dengan seksama berita yang datang dari Capitol Hill di Washington. Saya percaya pada kekuatan demokrasi Amerika. “Presidensi baru Joe Biden akan mengatasi ketegangan saat ini dan menyatukan rakyat Amerika.”

Kanada
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan keprihatinannya tentang peristiwa di Washington. “Jelas kami prihatin dan kami mengikuti situasi dari menit ke menit,” kata Trudeau.

“Saya pikir lembaga demokrasi Amerika kuat, dan mudah-mudahan semuanya akan segera kembali normal,” tambahnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply