Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Vaksin Pfizer/BioNTech Efektif Lawan Varian Baru Corona dari Inggris

Vaksin Covid-19. Sumber foto: cnbctv18.com

Topcareer.id – Studi yang belum ditinjau sejawat oleh Pfizer dan ilmuwan dari University of Texas Medical Branch menunjukkan bahwa vaksin itu efektif dalam menetralkan virus baru dari Inggris dengan mutasi protein lonjakan N501Y.

Mutasi tersebut bertanggung jawab atas penularan yang lebih besar dan ada kekhawatiran bahwa hal itu juga dapat membuat virus lolos dari netralisasi antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin, kata Phil Dormitzer, salah satu ilmuwan vaksin virus top Pfizer.

Penelitian dilakukan pada darah yang diambil dari orang yang telah diberi vaksin. Penemuannya terbatas, karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi yang ditemukan pada varian baru dari virus yang menyebar dengan cepat itu.

Menurut Dormitzer vaksin Pfizer tampak efektif melawan mutasi tersebut serta 15 mutasi lain yang sebelumnya telah diuji oleh perusahaan.

“Jadi kami sekarang telah menguji 16 mutasi yang berbeda, dan tidak satupun dari mereka memiliki pengaruh yang signifikan. Itu kabar baiknya.” katanya.

Dormitzer mencatat mutasi lain yang ditemukan pada varian Afrika Selatan, yang disebut mutasi E484K, juga mengkhawatirkan.

Para peneliti berencana menjalankan tes serupa untuk melihat apakah vaksin tersebut efektif melawan mutasi lain yang ditemukan di varian Inggris dan Afrika Selatan.

Simon Clarke, profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, mengatakan bahwa meskipun kedua varian baru virus tersebut memiliki beberapa fitur baru yang sama, namun yang ditemukan di Afrika Selatan “memiliki sejumlah mutasi tambahan” yang mencakup perubahan yang lebih luas pada lonjakan protein.

Vaksin Pfizer / BioNTech dan dari Moderna Inc, yang menggunakan teknologi messenger RNA sintetis, dapat dengan cepat disesuaikan hanya dalam enam minggu untuk mengatasi mutasi baru dari virus.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan