Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Menurut Ahli dari Unpad, Ini Kunci Turunkan Angka Kasus COVID-19

Ilustrasi virus corona COVID-19. (pexels)

Topcareer.id – Berdasar hasil survei yang dikemukakan Satgas Penanganan COVID-19, beberapa waktu terakhir menunjukkan melemahnya masyarakat patuhi aturan memakai masker. Padahal menurut ahli dari Universitas Padjajaran, kunci turunnya kasus COVID-19 adalah lewat pengetatan aturan penggunaan masker.

“COVID-19 di Indonesia akan menurun andaikata banyak orang yang memakai masker sampai 95%,” kata Ahli Kebijakan Kesehatan Universitas Padjadjaran Dr. Deni Kurniadi Sunjaya dalam rilis berita, Minggu (10/1/2021).

Deni mengutip dari healthdata COVID-19 bahwa saat ini penggunaan masker di masyarakat Indonesia mencapai di atas 70%. Jika penggunaan masker terus ditingkatkan hingga 95%, ia optimistis kasus COVID-19 akan menurun drastis.

Saat ini, angka total kematian akibat COVID-19 sekira 35 ribu jiwa. Healthdata COVID-19 memproyeksikan angka ini terus meningkat hingga April 2021. Namun, angka ini bisa menurun sampai belasan ribu jika banyak orang menggunakan masker.

Baca juga: Ngga Mau Didenda Rp 250 Ribu? Pakai Masker Ini Ya!

Deni yang juga Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad ini menjelaskan, apabila aturan penggunaan masker terus diwajibkan disertai pemenuhan protokol kesehatan dan pengetatan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah, kasus COVID-19 di Indonesia akan mudah menurun.

“Vaksin sebetulnya tidak seberapa besar kalau kita bersama-sama menggunakan masker. Ini menjadi sangat penting,” ujar Deni dalam diskusi virtual ‘Satu Jam Berbincang Ilmu: Outlook Kesehatan Indonesia 2021.’

Deni menambahkan, pemerintah bisa mengadaptasi kebijakan di negara lain yang membebankan denda cukup besar bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah.

Lebih lanjut Deni menerangkan, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak di sektor kesehatan. Seluruh aspek juga ikut terdampak. Karena itu, proyeksi kesehatan Indonesia pada 2021 tidak hanya berbicara soal COVID-19.**(Feb)

Leave a Reply