Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Irlandia Jadi Negara dengan Rekor Pandemi Covid-19 Terburuk di Dunia

Ilustrasi. Pixabay

Topcareer.id – Pandemi COVID-19 di Irlandia sekarang adalah yang terburuk di dunia.

Menurut data yang dirilis dari Bloomberg, negara tersebut memiliki 10.100 kasus yang dikonfirmasi per satu juta orang dalam tujuh hari terakhir, tingkat infeksi virus corona tertinggi di planet Bumi.

Sementara Inggris memiliki angka 7.000 kasus untuk setiap satu juta orang.

Baca Juga: WHO Ingatkan Varian Baru Corona bisa Memperburuk Kondisi Nakes

Irlandia telah mencatat 45.770 kasus COVID-19 selama tujuh hari terakhir ketika gelombang ketiga virus corona terus mencengkeram negara itu. Jumlah pasien rumah sakit di sana juga terus meningkat.

Dampak strain baru dari Inggris
Taioseach atau Perdana Menteri (PM) Irlandia Micheal Martin mengatakan varian baru virus dari Inggris telah menyumbang 45 persen kasus baru di sana.

Data baru yang diterima PM dari Kepala Petugas Medis Dr Tony Holohan menunjukkan bahwa 42 dari 92 sampel virus yang diuji mendeteksi varian tersebut.

Martin mengatakan dia yakin varian tersebut memiliki dampak signifikan pada peningkatan jumlah kasus di Irlandia, tetapi faktor lain juga berperan.

“Saya pikir varian baru dari Inggris memiliki dampak yang sangat signifikan dalam hal kecepatan pertumbuhan transmisi.” Kata Martin.

“Saya tidak menyalahkan semuanya pada varian baru. Saya mengatakan varian baru adalah faktor yang sangat signifikan dan bukti selanjutnya telah membuktikannya.” Tambahnya.

Dikenal sebagai VUI202012 / 01, varian baru virus corona dari Inggris diperkirakan sekitar 70 persen lebih mudah ditularkan.

Strain baru Afrika Selatan
Tiga kasus varian baru COVID-19 yang baru-baru ini diidentifikasi di Afrika Selatan telah dikonfirmasi juga ada di Irlandia.

Siapapun yang telah melakukan perjalanan dari Afrika Selatan dan masuk ke Irlandia disarankan untuk mengisolasi diri selama 14 hari dan mengidentifikasi diri mereka untuk pengujian sesegera mungkin.

“Meskipun varian ini belum diidentifikasi di banyak negara Eropa, kami yakin identifikasi di sini mencerminkan tingkat pengawasan sekuensing genom di Irlandia.” Ujar Martin.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan