TopCareerID

Brazil Mulai Vaksinasi Covid-19 Massal

Cakupan vaksinasi Covid-19 di RI capai 27 juta dosis.

Vaksin. Sumber foto: wsj.com

Topcareer.id – Brazil memulai program imunisasi COVID-19 nasional pada hari Senin (18/1) dengan mendistribusikan dosis vaksin dari Sinovac Biotech China setelah adanya otorisasi penggunaan darurat.

Setelah berminggu-minggu mengalami kemunduran, banyak warga Brasil yang menyambut gelombang pertama suntikan.

Kementerian Kesehatan Brzail memberi lampu hijau kepada negara bagian untuk mulai mengimunisasi pada jam 5 sore waktu setempat. Meskipun beberapa mulai memberikan suntikan sebelum itu, mayoritas dari 26 negara bagian Brasil belum menerima pengiriman vaksin hingga Senin (18/1) malam.

Beberapa menit setelah badan kesehatan federal Anvisa menyetujui vaksin Sinovac pada hari Minggu (17/1), Monica Calazans, seorang perawat berusia 54 tahun di Sao Paulo, menjadi orang pertama yang diinokulasi di negara itu.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro, seorang skeptis COVID-19 yang menolak untuk disuntik vaksin telah menghadapi kritik sengit karena kurangnya imunisasi di Brazil.

Baca juga: Qatar Airways Akan Hentikan Setengah Dari Operasional Pesawat A380

Pada hari Minggu (17/1), Anvisa menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac dan AstraZeneca Plc, meskipun rencana untuk mendapatkan 2 juta dosis vaksin AstraZeneca terhalang oleh kurangnya persetujuan ekspor dari India.

Itu adalah salah satu dari beberapa rintangan yang mengancam untuk memperlambat upaya imunisasi Brazil yang sudah terlambat, karena mitra manufaktur lokal untuk kedua pembuat vaksin menunggu bahan aktif dari luar negeri untuk mengisi dan menyelesaikan dosis untuk distribusi.

Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello memarahi João Doria Gubernur São Paulo atas apa yang disebutnya sebagai “taktik pemasaran” ilegal karena mengizinkan vaksinasi dimulai di São Paulo sebelum peluncuran resmi.

Institut Butantan yang dijalankan oleh negara bagian Sao Paulo membutuhkan pengiriman lagi bahan-bahan Sinovac pada akhir bulan untuk mencapai target 46 juta dosis pada April 2021.

Pusat biomedis Fiocruz yang didanai pemerintah federal di Rio de Janeiro masih menunggu pengiriman pertama bahan untuk vaksin AstraZeneca dan menunggu persetujuan ekspor China.**(Feb)

Exit mobile version