Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 31, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Orang Alergi tak Perlu Takut Vaksin COVID-19, Ini Penjelasannya

Ilustrasi

Topcareer.id – Alergi merupakan hal yang ditakuti banyak orang. Alergi biasanya menunjukkan reaksi kulit, bersin, dada sesak, atau anafilaksis. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, alergi bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Program vaksinasi COVID-19 yang semakin cepat di seluruh dunia, orang-orang dengan riwayat reaksi alergi sekarang bertanya, “Mungkinkah vaksin itu berbahaya?”

Para ahli berkata, mereka tidak perlu terlalu khawatir. Ketakutan akan efek samping seharusnya tidak menghalangi orang untuk divaksinasi. Inilah alasannya:

Alergi terhadap seseorang tidak menjamin semua orang akan alergi juga
Spesialis Penyakit Paru Prof Dr Muhammed Emin Akkoyunlu, penting untuk dipahami bahwa siapa pun bisa alergi terhadap apa pun, termasuk makanan, kosmetik, atau bau. Orang harus menghindari menerima vaksinasi hanya jika mereka telah diuji dan terbukti alergi terhadap salah satu bahan vaksin.

Menurut American College of Allergy, Asthma and Immunology, orang dengan alergi umum tidak lebih mungkin mengalami reaksi alergi terhadap vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 dibandingkan masyarakat yang tidak alergi.

“Alergi terhadap suatu zat tidak berarti kamu akan alergi terhadap zat lainnya,” kata Akkoyunlu.

“Ini bisa menjadi reaksi terhadap vaksin itu sendiri atau bahan tertentu yang terkandung dalam vaksin,” katanya, menambahkan bahwa setiap vaksin mungkin dapat memicu reaksi ringan.

Pengamatan selama 30 menit adalah kunci
Bagaimana jika orang ternyata alergi terhadap salah satu bahan aktif vaksin? “Faktor ini dapat diatasi dengan pendidikan dan observasi yang tepat,” kata Prof Dr Ismail Balik, kepala departemen penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Ankara.

“Oleh karena itu, vaksin harus diterima di institusi kesehatan yang tenaga kesehatannya tersedia untuk segera ditanggapi. Itu adalah prosedur yang diterapkan dengan semua obat yang disetujui untuk penggunaan darurat.” Jelas Balik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan siapa pun yang menerima vaksin untuk diamati setidaknya selama 15 menit, dan orang dengan alergi harus diamati setidaknya selama 30 menit.

“Reaksi alergi yang paling ditakuti saat pasien bereaksi terhadap penisilin adalah anafilaksis. Reaksi ini mungkin mematikan jika dibiarkan. Tapi kalau langsung dirawat di fasilitas kesehatan tidak akan mematikan dan tidak meninggalkan kerusakan permanen,” ujar Balik.

Balik juga menunjukkan bahwa sekitar 50 juta dosis berbagai jenis vaksin telah digunakan di seluruh dunia, dan tidak ada kematian yang tercatat secara resmi sebagai akibat langsung dari inokulasi.

Di sisi lain, efek samping yang dilaporkan secara resmi dapat ditoleransi dan sebagian besar tidak memerlukan rawat inap, karena cenderung hilang dalam dua hari.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan