Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, November 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pemain Sepak Bola Arsenal Thomas Partey Cinta Mati Pada Indomie

Pemain sepak bola profesional asal negara Ghana, Thomas Partey

Topcareer.id – Pemain sepak bola profesional asal negara Ghana, Thomas Partey yang kini memperkuat lini tengah klub Arsenal di Inggris mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyukai mie instan Indomie asal Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam wawancara dengan media Malaysia, Stadium Astro. Partey mengatakan Indomie adalah makanan favorit hampir semua orang di kampung halamannya di Ghana.

“Indomie telah mengambil semua uang saya!” ucap Partey sambil tertawa dikutip dari Stadium Astro, Minggu (7/2).

“Saya ingin menuntut mereka!” Kata Partey ketika ditanya tentang Indomie yang populer di Ghana. “Makanan itu mengambil semua uangku!” Tambahnya.

Baca Juga: Sering Konsumsi Makanan Olahan?Awas Risiko Kanker

Indomie memang sangat populer di Afrika dan khususnya di Ghana. Walaupun tidak yakin mie instan adalah pilihan nutrisi terbaik untuk pesepakbola profesional, tapi selama ini Thomas Partey bermain bagus dan baik-baik saja dengan dietnya.

Menurut Partey, gadis-gadis di Ghana memiliki permintaan yang tinggi untuk Indomie dan akan memaksa kamu untuk membeli Indomie setiap saat.

Gelandang Arsenal yang jenaka ini juga mengungkapkan bahwa Indomie jadi senjata ampuhnya untuk mendapatkan para wanita di sana.

“Setiap Anda mendapatkan gadis baru di Ghana, mereka akan berkata: ‘Belikan saya Indomie.’ Setiap hari, ‘Indomie, Indomie’,” Jelas Partey mengutip The Sun.

“Apakah saya punya rasa favorit? Ya Tuhan, semua rasanya enak.” Kata Partey dengan antusias.

Pria berusia 27 tahun itu menunjukkan keinginannya untuk menjadi duta Indomie. “Mungkin saya bisa jadi duta Indomie agar nanti saya dapat gratis,” ucap Partey.

Thomas Partey pindah ke klub sepak bola Arsenal di Inggris dari Atletico Madrid Spanyol dengan banderol 45 juta pound.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan