Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Vaksin Novavax Efektif Melawan Virus Corona Asli dan Varian Inggris

Novavax. Dok/CGTN

Topcareer.id – Vaksin COVID-19 Novavax Inc 96% efektif dalam mencegah kasus yang disebabkan oleh versi asli virus corona dalam uji coba tahap akhir yang dilakukan di Inggris.

Tidak ada kasus penyakit parah atau kematian di antara mereka yang mendapat vaksin. Ini menjadi tanda bahwa itu dapat menghentikan efek lebih buruk dari varian jenis baru yang muncul.

Vaksin tersebut juga tercatat 86% efektif terhadap varian virus baru dari Inggris, dengan tingkat keefektifan gabungan 90% secara keseluruhan, berdasarkan data dari infeksi kedua versi virus corona.

Saham Novavax melonjak 22% dalam perdagangan setelah jam kerja menjadi USD 229. Sebelumnya saham Novavax diperdagangkan di bawah harga USD 10 pada 21 Januari 2020, ketika perusahaan mengumumkan tengah mengembangkan vaksin virus corona.

Dalam uji coba lebih kecil yang dilakukan di Afrika Selatan, dimana relawan terpapar pada varian lain yang lebih baru dan lebih menular di sana, vaksin Novavax 55% efektif berdasarkan pada orang tanpa HIV dan 49% ketika analisis menyertakan data dari peserta HIV-positif.

Tetapi, Novavax diklaim masih dapat sepenuhnya mencegah penyakit parah.

Baca juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Melamar Pekerjaan Remote

Kepala Petugas Medis Novavax Filip Dubovsky mengatakan kinerja di Afrika Selatan menunjukkan kemungkinan untuk menggunakannya di daerah di mana varian Afrika Selatan dominan.

Novavax juga mengembangkan formulasi baru dari vaksinnya untuk melindungi dari varian yang muncul, dan berencana untuk memulai uji klinis dari suntikan ini pada kuartal kedua tahun ini.

Uji coba di Inggris, yang melibatkan lebih dari 15.000 orang berusia 18 hingga 84 tahun, menilai kemanjuran vaksin selama periode penularan tinggi varian virus Inggris yang sekarang beredar luas.

Novavax berencana untuk memproduksi vaksin dua suntikan di delapan lokasi manufaktur, termasuk Serum Institute of India.

Perusahaan yang berbasis di Maryland ini telah menerima suntikan dana sebesar USD 1,6 miliar dari pemerintah AS, untuk uji coba vaksin dan untuk memproduksi 100 juta dosis.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan