Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Infeksi Ulang Covid-19 Lebih Berisiko pada Lansia di Atas 65 Tahun

Topcareer.id – Menurut penelitian peer-review yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet Rabu (17/3/2021), pasien lansia lebih rentan terhadap infeksi ulang, di mana kebanyakan orang yang menderita Covid-19 terlindung dari penularannya lagi setidaknya selama enam bulan.

Studi skala besar pertama tentang tingkat infeksi ulang virus corona dilakukan di Denmark pada tahun 2020 dengan temuan yang mengonfirmasi bahwa hanya sebagian kecil orang (0,65%) yang kembali mendapat tes PCR positif dua kali.

Namun, sementara infeksi sebelumnya memberi mereka yang berusia di bawah 65 tahun sekitar 80% perlindungan terhadap infeksi ulang, untuk orang berusia 65 ke atas itu hanya memberikan perlindungan 47%, yang menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin untuk tertular Covid-19 lagi.

Para penulis penelitian, yang dilakukan oleh para peneliti dari Staten Serum Institut dan Universitas Kopenhagen di Denmark, dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa di Swedia, dan tidak menerima dana, tidak menemukan bukti bahwa perlindungan terhadap infeksi ulang menurun di periode tindak lanjut enam bulan.

The Lancet mencatat bahwa temuan para peneliti memvalidasi strategi yang memprioritaskan perlindungan orang tua selama pandemi, seperti peningkatan jarak sosial dan prioritas untuk vaksin, bahkan untuk mereka yang telah pulih dari Covid-19.

“Analisis tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang terkena virus harus tetap divaksinasi, karena perlindungan alami – terutama di antara orang tua – tidak dapat diandalkan” kata The Lancet dalam siaran persnya, mengutip CNBC.

Hingga saat ini, pandemi virus corona telah menyebabkan lebih dari 120 juta infeksi dan lebih dari 2,6 juta kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Ini Alasan Perusahaan Rela Membeli Belasan Hingga Ratusan Vaksin Untuk Karyawannya

Meskipun ada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kekebalan terhadap Covid-19, setelah infeksi sebelumnya, dapat bertahan setidaknya enam bulan, penelitian terbaru ini memberikan indikasi yang lebih baik tentang tingkat perlindungan, dan perbedaannya di antara kelompok usia.

Mengomentari penelitian tersebut, Dr. Steen Ethelberg dari Statens Serum Institut di Denmark, mengatakan penelitian tersebut mendukung temuan sebelumnya seputar tingkat infeksi ulang.

“Penelitian kami mengkonfirmasi apa yang tampaknya disarankan oleh sejumlah orang: infeksi ulang dengan Covid-19 jarang terjadi pada orang yang lebih muda dan sehat, tetapi orang tua berisiko lebih besar untuk tertular lagi,” kata dia.

Karena, lanjut dia, orang lanjut usia juga lebih mungkin mengalami gejala penyakit parah, dan sayangnya meninggal. Temuan tersebut menjelaskan betapa pentingnya menerapkan kebijakan untuk melindungi orang tua selama pandemi.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti yang menganalisis data yang dikumpulkan sebagai bagian dari strategi pengujian virus corona nasional Denmark, di mana lebih dari dua pertiga populasi (69%, sekitar 4 juta orang) diuji pada tahun 2020.

Leave a Reply