Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, April 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

BIsakah Bioskop Bertahan Hadapi Gempuran Situs Streaming?

Sumber foto © Ocean/CorbisSumber foto © Ocean/Corbis

Topcareer.id – Mempertahankan eksistensi bioskop di tengah pandemi Covid-19 bukanlah tantangan yang mudah. Terlebih dengan gempuran sejumlah situs streaming legal yang merubah cara masyarakat dalam menikmati film.

Ya, orang-orang kini tinggal duduk di kursi kesayangan mereka, lalu menghabiskan waktu untuk menonton film-film favorit. Bahkan film baru yang hanya rilis eksklusif di situs streaming pilihan mereka.

“Biasanya kamu menonton satu film sekali dalam seminggu. Kini, dengan Netflix dan Hulu, kamu dapat menontonnya secara berlebihan,” ujar Manajer di Auckland Screen Alliance, Felicity Letcher seperti dikutip dari TVNZ, belum lama ini.

Namun, Letcher dengan tegas menolak gagasan bahwa bioskop sekarat di tangan streaming. Ia menyadari bisnis bioskop perlu diguncang, namun bukan berarti bisnis ini akan mati.

“Itu seperti mengatakan jika konser online akan mematikan pertunjukan langsung,” tambahnya.

“Untuk guncangan yang kita perlukan, mungkin beberapa jaringan bioskop besar akan mulai beralih ke pengalaman yang lebih interaktif, sebagai bagian dari model mereka.”

Baca juga: Dilarang Pulang Kampung saat Imlek, Warga China Serbu Bioskop

Bisakah Bioskop bangkit?

Kepala Eksekutif Perusahaan Pemasok perangkat lunak bioskop global, Vista, Kimbal Riley mengatakan, saat dunia terbuka lagi, dia memprediksi orang akan kembali ke pengalaman menonton film di bioskop.

“Ketika kami mulai melihat aliran konten Hollywood yang sangat besar, itu akan mengalir ke Selandia Baru, dan juga di seluruh dunia,” kata Riley.

Sama seperti Letcher, Riley percaya jika streaming, yang kini telah menjadi budaya baru di industri film, akan mampu berjalan beriringan dengan bioskop.

“Orang yang suka mengonsumsi konten, suka mengonsumsi banyak konten, dan mereka melihatnya dalam berbagai format,” tegas Riley.**(Feb)

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan