Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

India Tembus 300 Ribu Kasus COVID-19, Tertinggi di Dunia

Ilustrasi virus corona COVID-19. (pexels)

Topcareer.id – India mencatat penghitungan harian tertinggi di dunia dengan lebih dari 314.835 kasus infeksi COVID-19 pada hari Kamis (22/4).

Rekor terjadi di tengah gelombang kedua pandemi yang menimbulkan ketakutan baru tentang kemampuan layanan kesehatan India yang hancur untuk mengatasinya.

Pejabat kesehatan India utara dan barat, termasuk New Delhi, mengatakan mereka mengalami krisis. Banyak Rumah Sakit penuh serta kehabisan oksigen.

Beberapa dokter menyarankan pasien tinggal di rumah, sementara sebuah krematorium di Muzaffarpur dipenuhi dengan jenazah.

“Saat ini tidak ada tempat tidur, tidak ada oksigen. Yang lainnya bersifat sekunder,” kata Shahid Jameel, seorang ahli virus dan direktur Sekolah Biosains Trivedi di Universitas Ashoka. “Infrastrukturnya runtuh.”

Baca juga: Singapura Perketat Aturan COVID-19 Untuk Pelancong Dari India

Enam RS di New Delhi kehabisan oksigen, negara bagian tetangga masih menahan pasokan untuk kebutuhan mereka sendiri.

“Mungkin sulit bagi rumah sakit di sini untuk menyelamatkan nyawa,” kata Wakil Menteri Kesehatan India, Manish Sisodia dalam pidatonya.

Lebih banyak varian baru yang menular

Varian virus baru yang lebih menular, khususnya varian “mutan ganda” yang berasal dari India, telah membantu mempercepat lonjakan, tetapi banyak juga yang menyalahkan para politisi.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan penguncian ekstensif pada tahap awal pandemi.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah terkena kritik karena mengadakan rapat umum politik untuk pemilihan lokal dan mengizinkan festival Hindu di mana jutaan orang berkumpul.

“Gelombang kedua adalah konsekuensi dari rasa puas diri dan pertemuan massa. Kamu tidak perlu varian untuk menjelaskan gelombang kedua,” kata Ramanan Laxminarayan dari Pusat Dinamika Penyakit, Ekonomi dan Kebijakan di New Delhi.

Minggu ini, Modi mendesak pemerintah negara bagian untuk melakukan penguncian sebagai upaya terakhir.

Dia meminta orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah dan mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk memperluas pasokan oksigen dan vaksin.

Dia membatalkan kunjungan ke Benggala Barat yang jadwalnya jatuh pada hari Jumat (23/4).

Madhukar Pai, profesor epidemiologi di Universitas McGill di Kanada, mengatakan India adalah kisah peringatan bagi dunia.

“Jika kita menyatakan sukses mengatasi pandemic terlalu cepat, membuka segalanya, menyerah pada kesehatan masyarakat, dan tidak memvaksinasi dengan cepat, varian baru bisa menghancurkan,” cuitnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan