Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kasus COVID-19 India Terus Meledak di Atas 300 Ribu

Topcareer.id – Jumlah kasus COVID-19 di India mendekati tonggak sejarah yang suram dengan angka masih di atas 300.000, Selasa (27/4).

Dengan 2.771 kematian lainnya dilaporkan pada hari yang sama, angkatan bersenjata India menjanjikan bantuan medis untuk membantu memerangi lonjakan kasus.

Selama 24 jam terakhir, India mencatat 323.144 kasus baru, sedikit di bawah puncak dunia 352.991 yang tercapai hari Senin (26/4).

Rumah Sakit pun kebanjiran pasien dan teroaksa menolak pasien baru karena kekurangan tempat tidur dan persediaan oksigen.

India telah meminta angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi krisis yang menghancurkan itu.

Kepala Staf Pertahanan Jenderal Bipin Rawat mengatakan pada Senin malam (26/4) bahwa oksigen akan dilepaskan dari cadangan angkatan bersenjata dan pensiunan personel medis akan bergabung dengan fasilitas kesehatan yang berjuang di bawah tekanan kasus.

Negara-negara termasuk Inggris, Jerman, dan AS telah menjanjikan bantuan, sementara itu sektor teknologi telah bergabung juga untuk membantu.

Baca juga: Jerman Kirim Bantuan Alat Medis Dan Oksigen Ke India

Pengiriman pasokan medis penting dari Inggris, termasuk 100 ventilator dan 95 konsentrator oksigen, tiba di Delhi pada Selasa pagi (27/4).

Prancis juga mengirim generator oksigen yang dapat menyediakan oksigen selama setahun untuk 250 tempat tidur, kata kedutaan.

Kereta “Oxygen Express” pertama menuju Delhi yang membawa sekitar 70 ton gas penyelamat hidup juga mencapai ibu kota negara itu.

Namun krisis di kota metropolis berpenduduk 20 juta orang itu tidak juga mereda dan angkanya tetap di atas 300.000 kasus.

Dr K. Preetham, kepala administrasi medis di Pusat Cedera Tulang Belakang India kota yang merawat sejumlah pasien COVID-19, mengatakan kelangkaan oksigen di rumah sakit memaksanya untuk membagikan satu tabung oksigen pada banyak pasien.

“Selama tujuh hari, kebanyakan dari kami tidak bisa tidur. Karena kelangkaan, kami terpaksa memasukkan dua pasien ke dalam satu tabung oksigen, dan ini proses yang memakan waktu karena kami tidak punya selang yang panjang,” ujarnya.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan