TopCareerID

9 Cara Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca lewat Pola Makan (Bagian 1)

makan

Foto Ilustrasi Makan (Pixabay)

Topcareer.id – Salah satu strategi mengurangi dampak perubahan iklim terhadap bumi adalah menurunkan jejak karbon, yang merupakan ukuran total emisi gas rumah kaca.

Jadi, tidak hanya mengemudi kendaraan atau penggunaan listrik, pilihan gaya hidup seperti apa yang dimakan juga berpengaruh.

Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengubah pola makan Western ke pola makan yang lebih berkelanjutan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 70% dan penggunaan air hingga 50%.

Melansir Healthline, berikut 9 cara sederhana minimalkan jejak karbon melalui makanan.

1. Berhenti membuang-buang makanan

Limbah makanan merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Itu karena makanan yang dibuang terurai di tempat pembuangan sampah mengeluarkan metana, gas rumah kaca yang sangat kuat. Selama periode 100 tahun, metana diperkirakan memiliki dampak 34 kali lipat dari karbon dioksida pada pemanasan global.

Mengurangi limbah makanan adalah salah satu cara termudah untuk mengurangi jejak karbonmu. Merencanakan makanan sebelumnya, menghemat sisa makanan, dan hanya membeli apa yang dibutuhkan sangat membantu dalam menghemat makanan.

2. Hindari plastiknya

Menggunakan lebih sedikit plastik adalah bagian penting dari transisi ke gaya hidup ramah lingkungan. Plastik sekali pakai merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Berikut beberapa tip untuk mengurangi penggunaan plastik:
Lupakan kantong plastik dan plastic wrap saat membeli produk segar.

Bawalah tas belanjaan sendiri ke toko.
Minum dari botol air yang dapat digunakan kembali, dan jangan membeli air kemasan.

Simpan makanan dalam wadah kaca.
Beli lebih sedikit makanan untuk dibawa pulang, karena biasanya dikemas dalam styrofoam atau plastik.

Baca juga: Ingin Tidur Nyenyak? Setop Minum Kopi Di Jam Ini

3. Makan lebih sedikit daging

Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan daging adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan jejak karbon. Kamu dapat mencoba membatasi hidangan daging menjadi satu kali makan per hari, bebas daging satu hari dalam seminggu, atau menguji gaya hidup vegetarian atau vegan.

Dalam sebuah penelitian di 16.800 orang Amerika, pola makan yang mengeluarkan gas rumah kaca paling banyak adalah daging dari daging sapi, daging sapi muda, babi, dan hewan pemamah biak lainnya. Sementara itu, diet terendah dalam emisi gas rumah kaca juga terendah pada daging.

4. Cobalah protein nabati

Makan lebih banyak protein nabati dapat secara dramatis mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam sebuah penelitian, orang dengan emisi gas rumah kaca terendah memiliki asupan protein nabati tertinggi, termasuk polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian – dan asupan protein hewani terendah.

Sebagai referensi, satu porsi daging sekitar 3 ons (85 gram). Jika kamu rutin makan lebih dari itu setiap hari, cobalah mengganti lebih banyak protein nabati, seperti kacang-kacangan, tahu, dan biji-bijian.**(Feb)

Exit mobile version