TopCareerID

5 Cara jadi Pemimpin yang Dihormati Karyawan

Ilustrasi. Sumber foto: ntuclearninghub.com

Ilustrasi. Sumber foto: ntuclearninghub.com

Topcareer.id – Saat kamu sebagai pemimpin baru saja mempekerjakan karyawan terbaik, sekarang, sasarannya adalah memberdayakan potensi optimal karyawan baru tersebut.

Kepemimpinan inklusif adalah komitmen berkelanjutan selama siklus hidup kerja untuk menciptakan keamanan psikologis.

Semakin cepat karyawan merasa aman secara psikologis, semakin baik. Berikut lima cara agar kamu dapat menunjukkan kepemimpinan dan dihormati karyawan.

Hubungkan pekerjaan dengan misi perusahaan
Sebagian besar pekerja milenial dan Gen Z ingin melampirkan pekerjaan mereka pada misi yang juga berkontribusi lebih besar.

Jika kamu ingin karyawan baru tetap terinspirasi, salah satu cara terbaik adalah dengan mengilustrasikan alasan di balik pekerjaan tersebut.

Pertama, jelaskan masalah yang sedang perusahaan kamu hadapi. Selanjutnya, jelaskan bagaimana kerjanya secara langsung berdampak pada solusi.

Terakhir, jelaskan siapa yang mempengaruhi perusahaan dan pekerjaannya. Jenis kepemimpinan ini adalah bahan bakar yang menyiapkan karyawan kamu untuk sukses.

Terbuka terhadap ide
Karyawan baru mungkin memiliki beberapa ide yang berpotensi dapat menginovasi proses dalam perusahaan.

Selama penerimaan karyawan baru, pastikan untuk menegaskan bahwa kamu ingin mendengar pemikirannya dan menghargai idenya.

Ini juga merupakan bagian dari tugas seorang pemimpin untuk memfasilitasi ide dan mengubah pemikiran menjadi strategi.

Berlatih komunikasi yang transparan
Komunikasi yang transparan adalah kemampuan untuk berdialog secara terbuka, tulus dan langsung. Namun ada garis tipis antara transparansi dan kekasaran.

Baca juga: Ini 4 Kebiasaan Kecil yang Harus Dilakukan Pemimpin untuk Kembangkan Bisnis

Pertahankan empati di atas pikiran kamu. Jika benar melakukannya, komunikasi yang transparan adalah salah satu praktik dasar untuk menunjukkan kepemimpinan yang inklusif, dan karyawan baru kamu akan menghargai kamu karenanya.

Berikan fleksibilitas dan empati
Fleksibilitas adalah model masa depan. Sangat penting untuk mempelajari sistem tempat kerja yang fleksibel.

Jadwal fleksibel dalam kerja jarak jauh memungkinkan karyawan untuk memastikan keluarga menjadi perhatiannya juga.

Situasi setiap karyawan berbeda, jadi pemimpin harus menunjukkan empati terhadap tantangan unik setiap karyawan.

Tawarkan umpan balik yang membangun dan positif
Umpan balik yang konstruktif dan penguatan positif sangat bermanfaat. Banyak pemimpin menyampaikan mereka tidak menyukai sesuatu, tetapi tidak menjelaskan alasannya.

Hal ini membuat karyawan merasa tidak punya arah dan cemas. Umpan balik konstruktif berfokus pada hasil nyata, dan bermula dengan penguatan positif.

Menjadi ahli dalam umpan balik yang konstruktif sangat penting dan dapat mempercepat pertumbuhan tidak hanya tim kamu, tetapi juga perusahaan.

Berusahalah untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai mereka sebagai profesional dan sebagai manusia.**(Feb)

Exit mobile version