Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Makan Berlebihan Saat Lebaran? Siap-Siap Terima Risiko Ini

makanFoto Ilustrasi Makan (Pixabay)

Topcareer.id – Mulai dari makanan ringan, seperti kue kering hingga makanan berat yang mengandung lemak umumnya tersedia di setiap meja mereka yang merayakan Lebaran Idul Fitri. Tapi, jangan sampai punya impian untuk memakan habis semuanya, bahaya.

Sayangnya memang Lebaran bisa jadi waktu ketika orang membalikkan semua manfaat tubuh yang terjadi selama Ramadhan, terutama penumpahan lemak yang tidak diinginkan.

Para ahli mengatakan, jangan berlebihan, banyak konsekunsi kesehatan yang timbul karena “balas dendam” terhadap makanan saat Lebaran. Apa akibatnya?

“Jika kamu dapat berpuasa dengan sehat selama bulan Ramadhan, kamu harus memberikan waktu tubuh untuk menyesuaikan selama Idul Fitri karena asupan porsi besar dapat menyebabkan sakit perut, gangguan pencernaan dan kembung,” kata Dr. Ruchika Mukherjee, Associate Medical Director di perusahaan kesehatan Cigna global, dikutip dari laman Gulf News.

Ia mengatakan, salah satu imbas paling umum karena makan berlebihan di Hari Raya Idul Fitri adalah sakit perut. Ini terjadi ketika ada asupan karbohidrat yang besar.

Penting bagi orang untuk menyadari apa yang mereka taruh di piring mereka, karena terlalu banyak minum dapat menyebabkan gangguan usus yang dapat memperburuk kondisi kesehatan yang ada.

Baca juga: 4 Alasan Untuk Tidak Tidur Dengan TV Menyala

“Pastikan kamu juga mengatur asupan garam dan menghindari makanan yang digoreng, berminyak. Makanlah dengan seimbang, terdiri dari protein dan sayuran dalam jumlah yang sama dengan sedikit karbohidrat,” ucap dia.

Idealnya, kata dia, piring makan harus terdiri setengah porsi sayuran, seperempat protein dan seperempat karbohidrat. Penting untuk berkonsentrasi pada kualitas makanan sebanyak kuantitas, mengkonsumsi dari semua kelompok makanan, dan untuk tetap aktif secara fisik.

Perhatian lebih bagi penderita diabetes

Penderita diabetes harus memastikan mereka tidak makan terlalu banyak manis. Kedaruratan medis karena kadar gula darah tinggi sering terjadi pada hari-hari setelah Idul Fitri. Risiko lebih tinggi bagi mereka yang menderita diabetes tipe 1.

Kembali ke rutinitasmu secara bertahap adalah kunci kesuksesan yang tampaknya menjadi konsensus, karena kembali ke kebiasaan pra-Ramadhan dapat menjadi kejutan besar bagi tubuhmu.

Lebih buruk dari itu, kesalahan yang sangat umum dilakukan orang selama Idul Fitri adalah makan lebih banyak daripada yang biasa mereka makan sebelum Ramadhan.

Tinggalkan Balasan